Jauh

Jauh itu.. jarak dari bumi tempat kakiku menjejak dengan rumah-Mu..

Jauh itu.. jarak hatiku dengan petunjuk dari kitab-Mu dan sabda Rasul-Mu..

Jauh itu.. jarak antara mimpi dan doa-doa dengan ketetapan-Mu..

Jauh itu.. jarak antara Kau dan aku dengan tipisnya iman dan keyakinanku pada-Mu..

 

Iklan

Kuesioner BNPT?

Tiga hari lalu, datang dua orang berpenampillan mahasiswa masuk ruang dosen. Kurang lebih seperti ini dialog singkatnya dengan saya.

X : Permisi, kami dari BNPT kemarin menyebar kuesioner untuk diisi.
A : BNPT itu apa? (memastikan saya tidak salah dengar)
X : Badan Nasional Penanggulangan Teroris, bu.
A : Oh, iya bagaimana?
X : Kemarin kami titip kuesioner sama seorang dosen laki-laki yg duduk di meja ini. Bisa kami ambil sekarang?
DAS : Wah, saya kurang tahu, karena tidak ada yg menitipkan ke saya. Pak Fa*** kenal adik-adik ini?
AFH : Nggak tahu. Kemarin nitip ke siapa?
X : Yang putih pakai kacamata, sebentar saya coba telpon dulu. (Keluar ruangan sebentar lalu balik lagi). Pak Jumadi namanya.
DAS : Nggak ada yg namanya pak Jumadi di sini, jangan-jangan nitipnya sama ‘penampakan’ šŸ™„
AF : Pak Zu***n jangan-jangan
X : Iya, pak Zu***n
DAS : Jauh banget dari Jumadi jadi Zu***n. Side telpon beliau pak F****?
AFH : Kemarin side dititip kuesioner, dimana ditaruh? (Mencari ke meja di bagian lain ruangan). Ini bu Ajeng. (Menyerahkan satu paket kuesioner).
DAS: Ini, tapi belum diisi sepertinya.
AFH : Isi sudah bu Ajeng
DAS : Haduh, saya mau praktikum sebentar lagi. Ini kuesioner apa ya?
X : Jadi kami bekerja sama dengan dinas *******, kuesioner ini disebarkan di tiap universitas dengan target 100 mahasiswa dan 25 dosen. Ini tentang kearifan lokal untuk menanggulangi isu-isu yg ada di masyarakat. (Bla bla bla.. Saya gak begitu jelas). Ibu tinggal isi sebentar saja, di bagian biodata.
DAS : Lho, ini kan ada banyak pertanyaannya.
X : Iya bu, tidak perlu diisi. Kami sudah ada datanya untuk diupload secara online. Kami hanya butuh data ibu yg mengisi.
DAS : Ya tidak bisa begitu, nanti kalau kosong, ini diisi orang lain, datanya tidak sesuai dengan saya dong. Tanggung jawab hasil survey ini bagaimana? Abal-abal datanya!
X : Iya bu, kami harus upload hari ini terakhir soalnya.
DAS : Maaf saya tidak bisa. Silahkan cari dosen lain, tapi lakukan wawancara dengan benar, jangan dibuat-buat!

Mereka pun keluar ruangan. Mungkin begini cara BNPT mendapat data tentang radikalisme yg katanya berkembang di kampus-kampus.Ā  Miris.

Yang saya salut, mereka jujur banget bilang kalau datanya sudah ada. Mungkin karena tidak boleh bohong saat puasa ya šŸ¤£. Hadeuh.

 

 

Bahagia hidup bersama Quran (Catatan Pengajian Nuzulul Quran)

3 Juni 2018 / 18 Ramadhan 1439H, Masjid Raya At Taqwa

Pemateri: Ust. Ahmad Musyaddad (penerjemah resmi kerajaan Arab Saudi)

Penyelenggara acara: IKADI NTB

P_20180603_102523.jpg

Ustadz Ahmad Musyaddad saat menyampaikan kajianĀ 


Segala sesuatu yg berhubungan dg Al Quran adalah mulia. Malaikat yg membawa wahyu Al Quran adalah Jibril, karena itu Jibril adalah malaikat yg paling mulia. Nabi Muhammad saw adalah nabi yg diberikan Al Quran. Oleh karena itu, beliau menjadi manusia yg paling mulia. Jika kita ingin menjadi mulia di hadapan Allah, maka dekatlah dengan Al Quran.

Level pertama dalam berinteraksi dengan Quran adalah dengan banyak membacanya. Tetapi Al Quran bukan sekedar bacaan utk mendapat pahala. Di dalamnya ada petunjuk, manual book hidup kita. Hudallinnaas. Quran juga berisi pembeda antara yg haq dan bathil, oleh karena itu Al Quran juga disebut Al Furqan (Pembeda). Menurut Ibnu Taimiyah, orang yg gemar membaca Quran akan memiliki kecemerlangan akal, menyucikan jiwa, fisiknya sehat. Bahagia didapat jika dekat dengan Al Quran.Ā Orang jahiliah zaman Rasul memiliki kebiasaan yg aneh, pantang masuk rumah dari pintu depan. Datangnya Al Quran mensyariatkan masuk dari pintu depan, tradisi masyarakat berubah dan menjadi lebih baik.Ā 

Dalam QS. Al Baqarah terdapat urutan pengajaran Al Quran berdasarkan doa nabi Ibrahim, yaitu tilawah (membaca), ta’lim. (mengajarkan ilmu), dan tazkiyah (mensucikan jiwa). Di ayat lain doa Nabi Ibrahim dijawab Allah dengan urutan berbeda. Rasulullah saw diperintahkan Allah swt utk membacakan Al Quran, mensucikan jiwa, dan mengajarkan makna. Membaca Al Quran yang dilanjutkan dengan mensucikan jiwa akan menjadikan kita paham dengan benar. Orang yg tidak mensucikan diri sebelum belajar, maka ilmunya tidak membawa kebaikan.

Menjadi mulia dengan menghafal Quran, adalah level interaksi yg lebih tinggi daripada tilawah. Quran adalah salah satunya kitab yg dihafalkan. Tradisi ini hanya ada pada umat Muhammad saw. Kitab sebelumnya tidak dihafal oleh umat sebelumnya. Uzair disebut sebagai anak Tuhan oleh kaum Yahudi karena kemampuannya menghafal Taurat. Jika kaum Yahudi zaman itu hidup saat ini, mungkin akan banyak manusia disebut anak Tuhan.Ā 

Di Mauritania, di daerah bernama Singkiti, anak usia 10 tahun harus hafal Al Quran. Jika tidak, menjadi aib bagi keluarga. Cara menghafalnya adalah sang ibu menyuruh anaknya menulis 1 paragraf Quran, lalu diminta membaca berulang hingga 100 kali ke arah barat. Setelah selesai, maka ganti ke arah timur, dst. Setelah selesai seluruh penjuru mata angin, maka hafalan itu akan sangat menempel. Barulah menulis paragraf selanjutnya.Ā Ā 

Level interaksi selanjutnya adalah tadabur Al Quran. Salah satu cara tadabur Quran adalah dengan membaca tafsir Al Quran. Hal ini menjadi suatu keutamaan utk memahami makna dari Al Quran. Contoh ayat ā€˜masuk pintu depanā€™, bukan sekedar bermakna masuk ke dalam rumah dari pintu depan. Seorang ulama menafsirkan bahwa makna ayat ini adalah jika menemui masalah, masuklah dari pintu yg sesuai. Jika sakit, pergilah ke dokter, bukan ke bengkel. Ayat lain memperlihatkan kondisi calon penghuni neraka yg mendapati pintu neraka terbuka begitu mereka sampai di depan pintu. Sementara itu calon penghuni surga mendapati pintu surga sudah terbuka, bahkan aroma surga menyeruak sejauh bermil-mil. Hal ini menunjukkan penghargaan Allah swt yg sangat tinggi terhadap orang2 beriman. Analoginya seperti menyambut gubernur, pintunya tentu sudah dibuka sejak lama, bahkan karpet merah dibentangkan untuk yg masuk ke dalam. Berbeda dengan napi calon penghuni penjara yg dianalogikan sebagai calon penghuni neraka.

Dalam menafsirkan Quran ada yg disebut tafsir bil ma’sur dan tafir bir rai, tafsir dengan dalil dan tafsir dengan analisa. Tafsir bil ma’sur adalah tafsir dengan dalil dari hadist nabi dan Quran. Contohnya: ihdinasshirotol mustaqiim, jalan yg lurus. Apa itu jalan yg lurus? Penjelasannya ada di Al Quran, yaitu jalan yg dilalui oleh para Nabi, syuhada, dan orang2 sholeh. Adapun tafsir bir roi, ada yg baik ada yg tercela. Yg baik adalah yg sesuai kaidah penafsiran, dlm konteks bahasa Arab yg baik dan benar. Tafsir ini masih diterima selama masih memiliki rujukan yg benar dan tidak bertentangan dg tafsir bil ma’sur. Orang yg menafsirkan Quran dengan cara ini hendaknya memiliki pemahaman bahasa Arab yg baik, tidak menafsirkan tanpa ilmu yg cukup.Ā 

Sedekah Ramadhan Pak Tukang Parkir

Beberapa hari lalu di awal Ramadhan saya ke JNE untuk mengirimkan paket. Seperti biasa mobil saya parkir di depan, setelah itu saya pun masuk ke dalam kantor JNE. Tak berapa lama, selesailah urusan saya, si paket siap dikirimkan, saya memutuskan segera pulang.

Di parkiran, bapak Tukang Parkir yg biasa sudah siap-siap ambil posisi di belakang Geeva. Saya pun siap-siap dengan selembar Rp 2000-an untuk diberikan ke beliau. Seingat saya, tarif parkir untuk mobil segitu kan ya? Maka setelah selesai memundurkan mobil sesuai petunjuk Tukang Parkir, selembar Rp 2000-an itu saya serahkan pada beliau. Tak disangka, beliau malah memberikan saya kembalian Rp 1000-an. Lho?! Aneh ya? Biasanya tukang parkir malah minta tambah, ini malah dikurangi????

Baik sangka saya, ini karena Ramadhan. Si bapak memilih menyedekahkan tenaganya setengah tidak perlu dibayar. MasyaAllah.

Semoga Allah swt menerima amal ikhlas si Bapak Tukang Parkir dan memberikan rezeki yg berkah. Sesungguhnya, Allah swt menghitung amal setiap hamba-Nya, meski hanya sebesar zarrah, sesuai dari niatnya. Terimakasih pak Tukang Parkir,Ā telah mengajarkan hal yg sangat penting, tapi sering kita lupakan, bahwa sedekah itu tak hanya bisa dilakukan ketika berlimpah.

Sekecil apapun cahaya

p_20180531_185759.jpg

Dalam gelap yang sangat, kita belajar mensyukuri cahaya, sekecil apapun. Sekecil apapun cahaya, ia menjadi petunjuk dan membuat kita berani melangkah. Sekecil apapun cahaya, ia menumbuhkan keberanian dan harapan.Ā Sekecil apapun cahaya, ia menerangi dan menghangatkan.

Jagalah sekecil apapun cahaya yg ada dalam genggamanmu, karena tak semua orang memilikinya sepertimu. Sekecil apapun, ia sangatlah berharga.

Keajaiban (Niat) Puasa

Ramadhan sebentar lagi, tak terasa tinggal menghitung hari. Allahumma baariklanaa fii rajabaa wa sya’ban wa baligna ramadhaan, aamiin. Semoga hutang puasa sudah terbayar semua. Bagi yang belum, masih ada sedikit waktu tersisa. Tetapi, jangan terlalu mepet dengan Ramadhan, ya. Maksimal sekali 3 hari sebelum perkiraan hilal Ramadhan, untuk berjaga-jaga. Bayar hutang sebaiknya memang tak mepet-mepet dengan bulan Ramadhan, sesegera mungkin kita bayar setelah Ramadhan beranjak meninggalkan, karena tak ada yang tahu batas umur kita sampai kapan.

Puasa di bulan Ramadhan adalah momen yang paling ditunggu bagi sebagian besar umat muslim di dunia. Di bulan ini, setiap detik yg terisi dengan ibadah akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah swt. Tidur saja ibadah, apalagi selainnya! Sangat sayang untuk dilewatkan oleh jiwa yg berlumuran dosa. Ramadhan saat tepat untuk setidaknya menyeimbangkan dosa dengan pahala.

Sebelum memasuki bulan yg mulia ini, mari kita awali dengan niat, bahwa yg kita lakukan hanya untuk Allah swt. Teringat satu hadist qudsi perihal puasa, yg intinya kalau tidak salah begini: seluruh amalan (ibadah) anak cucu adam akan kembali untuk dirinya, berupa kebaikan berlipat hingga 10 kali bahkan 700 kali, kecuali puasa. Karena puasa adalah milik Allah swt, maka Allah swt berfirman akan menggantinya dengan kebaikan yg tak terhingga.

Salah satu keajaiban (niat) puasa yg pernah saya rasakan adalah saat belajar puasa sunnah di luar Ramadhan. Satu ketika saya telat bangun untuk sahur, akhirnya saya putuskan tidak berpuasa saja. Buru-buru harus sampai ke kampus menyebabkan saya tak sempat sarapan, sekedar minum segelas teh dan makan pisang satu buah. Harusnya sih cukup. Tapi ya, orang Indonesia, belum makan namanya kalau belum makan nasi. Tibalah jam 10 pagi, perut saya sudah main jazz lagi, saya sangat kelaparan! Padahal jika puasa, meski hanya minum air dan sepotong pisang yang sama, rasa lapar hilang begitu saja. Lemas pun tak terasa! MasyaAllah ya?! Allah swt benar-benar membantu setiap kita yg ber(niat)puasa.

Pernahkah merasakannya juga? Ajaib kan? Saya jadi kepikiran, mending saya puasa ya, kalau begitu, daripada tidak puasa. Kalau untuk Ramadhan, jelas wajib puasa. Terkecuali untuk kaum perempuan, ada waktu khusus tak boleh puasa. Nah, pas ini kerasa banget laparnya kalau sedang gak puasa, aneh pisan ya? Jadi suka malu sendiri sama yg sedang puasa kalau mau makan minum, meski cuma di pojokan. Tapi apa daya, lapar tak terkira. Harap maklum saja. Hemat saya, tak hanya yg tak puasa yg harus menghormati yg berpuasa. Yang berpuasa pun harus mengasihani yg tak berpuasa, karena kondisinya sungguh sengsara (lebay mode:on). Jadi, saling menghargai saja ya. Jika ada warung makan yg masih buka, itu adalah penolong bagi mereka yg tak puasa. Tak perlu marah-marah berlebihan sampai menutup warungnya. Cukup ditutup tirai dan tak perlu mengintip ke dalamnya. Kalaupun tak sengaja melihat yg sedang lahap makan atau ada yg menyengaja makan di depan kita, harap bersabar ini ujian šŸ¤£.

 

Rasa dan Asa

Jika hariĀ iniĀ adalah hari terakhirmu, akankah kau tahu? Apakah kau merasakannya? Jiwa yang pelan-pelan tercabut dari raga? Sakitnya seperti apa?

Jika hari ini sehari sebelum hari terakhirmu, akankah kau tahu? Apakah kau merasakannya? Takut tak dapat lagi membuka mata keesokan harinya? Takut tak bisa lagi merasa?

Apa rasanya meninggalkan dunia, tanpa sempat mengucapkan kata-kata? Akankah jiwa terlupa? Akankah semua tanya dapat terjawab sempurna?Ā Akankah dibukakan pintu surga setelah ditimbang segala bekal yang terkumpul di dunia?

Wahai Tuhan Cahaya dan Pemilik Cinta… Ampunilah jiwa yang penuh dosa. Terimalah kesabarannya. Maklumilah alpa dan lupanya. Bukankah Engkau Maha Mengetahui apa yang terjadi pada setiap yang bernyawa. Dan semua sungguh terjadi atas kehendak-Mu? Dan karena percaya, kami yang lemah menjaga hati rapuh ini senantiasa membangun asa, agar kelak dapat berkumpul di sana. Bersama orang-orang yang menjaga ruku dan sujudnya, yang tak lupa menyisihkan rizkinya, yang berbahagia dan membahagiakan sesama, yang percaya Engkau ada dan selalu Menjaga. Semoga Engkau Memperkenankannya.