Wajah Buku

Sudah lama sekali saya tidak membuka Facebook. Wajah Buku ini lemot sekali kalau dibuka dengan menggunakan si hp pintar. Bahkan, dulu pernah akses internet kampus memblokir FB, selain youtube, karena dianggap mengganggu konsentrasi pegawai. Nyatanya, dengan akses lain, masih banyak yg bisa membuka youtube dan FB di kampus. Saya termasuk yg makin jarang menyambangi FB, alasan utamanya karena pekerjaan kampus yg agak bertubi-tubi (sok sibuk banget saya). Jadi saya gak masalah dgn pemblokiran itu.

Setiap kali saya membuka FB, saya agak minder jika membaca wall FB saya yg penuh dg tulisan-tulisan hebat teman2 di FB. Saya merasa jauh tertinggal di belakang. Bukan sekedar karena status yg tidak beranjak, sementara teman2 sudah punya gandengan dan buntut yg panjang. Bukan karena postingan jalan2 ataupun pekerjaan yg mereka lakukan.. Tapi lebih jauh lagi karena tulisan2 mereka yg menurut saya sangat ‘wow’ ttg pemaknaan mereka atas kehidupan, apakah itu berupa pengalaman baik ataupun buruk yg mereka jalani. Tulisan2 itu membuat saya merasa kecil. Apa yg saya alami tidak ada apa2nya dibandingkan mereka. Tapi saya senang, bisa belajar lagi dari pengalaman mereka. Cuma karena saking banyaknya, saya bingung kadang memulai dari mana. Random and fast reading jadinya. Otak saya pusing, haha. Kecepatan internet dan arus informasinya membuat kepala saya yg RAMnya belum diupgrade, jadi loading lama.

Ah, entahlah. Yang pasti, FB masih bermanfaat utk saya mendapat info ttg kondisi teman2 yg terbaru dan pelajaran dari lika liku hidup mereka. Jadi, sepertinya beberapa kali sebulan saya akan mulai buka FB lagi, meski sebentar. Hitung-hitung menjalin silaturahim.

 

Faith

Have faith in yourself. Don’t be down too fast, the war is not finish yet. Don’t be harsh to yourself. You’ve done great just to be here. You know that no one is free from obstacles. Every person have their own problems to be solved. Surely, we do mistakes, we’ve taken the wrong  path, mostly we forget to thanks for everything that we get without ask. God is differ from us, human. Dont take every pain to blame on yourself. We do need to accept that we are all connected. Just keep your back straight and moving forward. Please have faith in yourself.

Fly

Felt like I want to fly there just to see you. I pray that everything will be better. We both pray for you. We are still here for you.

Please be strong. It’s surely not easy. No one feel what us feel. They just see the outside skin of the burried pain. We here, feel you.

Yours,

Flipped

It can not be flipped. Someone said. It is just number. Added to remind that the end is coming around. For you and me.

Your prescence is the best present. Please forgive me for my lacking sense.  I am still wondering, will the time surely come? The question for you is also the same. Our hope and pray will be answered in the best time.

It just another number. Thank you for always be by my side.

Sendiri

Sendiri itu ujian. Berdua itu juga ujian. Bertiga pun ujian. Berempat lebih banyak ujian. Berlima.. berenam..berbilangan yg terus bertambah, pastinya ujian. Apapun keadaannya, semuanya ujian. Dan setiap jiwa dipilih untuk mengerjakan soalnya masing-masing. Tak ada yg sama. Ujian kesabaran. Yg katanya hadiahnya surga dan kasih sayangNya.

Mungkin juga, sendiri itu ladang syukur. Bagi mereka yg berdua namun belum bertiga. Bahwa mereka sudah berdua, sementara ada yg masih sendiri. Begitu juga yg bertiga melihat yg berdua, mereka jadi lebih memahami arti tambahan satu jiwa itu sangatlah berharga.  Dan seterusnya.. ujian kesyukuran. Yg katanya, hadiahnya adalah bertambah dan akan terus ditambahNya.

Tuhan, apapun bentuk ujian sabar dan syukur yg Kau amanahkan pada kami, mampukan kami mengambil hikmah dari semuanya. Aamiin ya Rabb.

Menunggu

Menunggu bukan hal yang mudah. Siapa yang tahan menunggu jika dia sendiri tidak tahu apa atau siapa yang ditunggu.

Menunggu, katamu, bisa saja jadi sesuatu yg menarik. Kamu bisa membaca buku atau mengisi TTS. Itu hal yg berguna kan? Atau sambil mendengarkan musik. Tunggulah, sampai pemahaman itu didapatkan. Dan kenangan jadi hal indah yg bisa disimpan.

Tunggulah di sini, duduk dan coba dengarkan. Cobalah lebih banyak mendengarkan. (Si)apa yg hilang, niscaya akan segera ditemukan, katamu.

P_20190316_125635_p.jpg