Bunuh Diri

Kenapa ada orang-orang yg sampai punya pikiran untuk bunuh diri? Bukankah bunuh diri itu sakit? Bunuh diri tidak akan merubah apapun. Hanya berhenti. Hanya diri yang tak ada lagi. Tak lagi merasakan sakit dan pedih. Tak lagi lelah mengejar dan menunggu tanpa kepastian. Tak lagi berbuat hal-hal yang merusak diri. Hanya akhir, tetapi fana.

Bunuh diri memang akan menghentikan segalanya, tapi sementara. Nafas hanya berhenti sementara, untuk kelak ruh ditiupkan lagi pada raga. Bangun lagi dalam keadaan hina, akibat dosa yang bergelimang dan keputusasaan yang membawa pada penyesalan, tentang diri yang tidak punya arti padahal sangat berarti.

Siapa? Siapa yang bisa mengerti, isi kepala orang-orang yang punya pikiran ingin bunuh diri? Tuhan sudah pernah mengatakan bahwa sesiapa yang bunuh diri tak akan masuk surga, sesiapa yang berputus asa dari rahmat-Nya. Orang-orang itu, sudah sangat tahu konsekuensinya. Bagi mereka yang percaya Tuhan tentunya. Tetapi jiwa sudah lupa dan tak mampu lagi merasa. Hilang, bagi mereka, adalah solusi untuk penat yang membabi buta. Padahal tak penat merajalela, hanya rasa, yang orang lain tak bisa merasakannya.

Orang-orang yang pernah terbersit ingin bunuh diri, mungkin hanya ingin merasakan waktu berhenti. Orang-orang itu mungkin ingin menemukan TuhanNya, ingin Tuhan menghentikannya. Untuk membuktikan, apakah Tuhan benar-benar ada di sisi-Nya. Hanya saja mereka lupa, Tuhan selalu memberikan waktu untuk berdoa, meminta untuk ditunjukkan jalan dan diselamatkan dari bingung yang mendera. Tuhan tak pernah meninggalkan, Tuhan senantiasa melihat dan tak pernah membiarkan. Hanya saja, kita yang lupa meminta untuk dikuatkan-Nya.

Bukankah manusia memang diciptakan dalam kondisi yang lemah, selemah-lemahnya? Itu kalau Tuhan tak ada lagi di hatinya. Ia tak menemukannya. Ia hilang rasa karena asa yang tak jua menjelma cahaya. Tuhan, dimana?

P_20190805_183215_p

Seperti kasus ini…

 

Dear friend

Dear friend,

1. You are kind. You have high initiative to help other. Even you dont know them, you will passionately give your best effort for them.

2. You are cheerful and warm. Your smile can attract other to smile with you. You can make other feel like you are their family.

3. You are a strong believer. You can here with the strength of iman that Allah swt give you. Your motivation is high, to achieve any goal you set in life.

May Allah help you facing any obstacles in your day. He know you can finish the challenge. He always See.

P_20190825_113614_p

#sorryforthebadgrammar

Huda

“Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagiku dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini buruk untukku, agamaku dan jalan hidupku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan di mana pun kebaikan itu berada dan ridhailah aku dengan kebaikan itu”. (Hadits riwayat Al Bukhari)

P_20190805_182915_p.jpg

Dunia

Tuhan, apa yang harus dicari di dunia? Ada yg sudah lelah bertanya kenapa, jiwa. Langkah juga tak sadar lupa menapak. Pudar percaya, hancur asa. Dimana lagi kokoh berpijak, kalau dihantam dengan penghakiman tanpa klarifikasi sebelumnya?

Ah, manusia, dunia, bukankah memang tak sempurna? Biasa. Diri juga penuh dosa, apa yg mau dituntut dari manusia? Biar, biarkan saja. Niscaya luka tertutup cahaya.

 

Takdir

Seuatu yg tidak ditakdirkan untukmu, tidak akan pernah sampai ke tanganmu, meski berlelah-lelah upaya meraihnya. Sekuat apapun mengetuk pintu, jika bukan pintu yg tepat, ia tak akan terbuka. Ada jalan-jalan yg memang tidak diciptakan utk dilalui dengan mudah, ada jarak yg masih perlu dibentangkan sehingga kaki belum mampu menjejak.

Cara Setting View Sonic M1 ke Laptop dengan AnyCast

Alhamdulillah, akhirnya jurnal kami membeli juga proyektor portable yang dicita-citakan. Termotivasi untuk punya karena pengalaman saat kuliah di tenda dengan akses listrik yang terbatas dan sedari dulu juga Lombok masih terkenal sebagai pulau yang seringkali mati lampu. Therefore, a portable projector is a must! It should be wireless, power up using rechargeable battery, and not expensive. Finally, here we get the View Sonic M1 in our hand, just two months ago (i think more, lupa euy). Handy banget!

P_20190826_220607_p.jpg

Rencananya, perdana, proyektor ini mau diujicobakan saat pelatihan pengelolaan artikel via OJS siang tadi, tetapi gagal karena saya lupa bagaimana cara mengkoneksikan si proyektor dengan laptop tanpa kabel HDMI. Entah kenapa saya blank sama sekali bahwa kami juga dulu sudah membeli kabel HDMI-nya, jadilah proyektor punya lab bioproses dipinjam utk kegiatan tadi siang. Saya bertekad mempelajari lagi cara menyambungkan si proyektor, supaya pelatihan besok pagi bisa digunakan. Oleh karena itu, si proyektor nekat saya bawa pulang ke rumah untuk diutak-atik.

Ok, ini dia hasil otodidak coba-coba saya yang penting sekali ditulis di sini sebenarnya agar saya tidak lupa, hehe. Dan kebetulan besok tidak ada kuliah, jadi bisa sedikit corat-coret lagi di wp. Ini dia langkah-langkahnya:

1. Untuk menghubungkan proyektor View Sonic M1 tanpa kabel HDMI dengan laptop saya yang OSnya Windows 8,  si proyektor harus dikoneksikan dengan HDMI Dongle (yang kami dapatkan gratis dari toko Rinjani Computer, tempat beli proyektor ini, adalah merek AnyCast). Dongle-nya (bagian yg paling besar dan memiliki port HDMI tipe male) kita hubungkan dengan port HDMI tipe female pada proyektor.

P_20190826_221235_p.jpg

2. Koneksikan kabel USB Dongle AnyCast (yg terhubung dengan Wifi) ke USB reader 5V1A yg tersedia di proyektor, tepat di samping port HDMI tipe female. Kenapa harus disambungkan? Karena ternyata Dongle dan Wifi-nya perlu energi listrik, yg sumbernya, kerennya, bisa diambil langsung dari si proyektor ini!

3. Terdapat tombol mungil yg perlu diklik di Dongle untuk mengaktifkan AnyCast. Ada 2 pilihan yg muncul pada tampilan layar: apakah akan dihubungkan ke MacOS/iphone (AirPlay mode) atau akan dihubungkan ke Android/Windows (Miracast mode). Tinggal diklik lagi tombol pada Dongle-nya, pilihan dapat diubah-ubah.

P_20190826_221205_p.jpg

4. Setting-an di Laptop harus disesuaikan juga dengan AnyCast. Buka Setting-an di laptop lalu pilih Device. Cari device AnyCast dengan mengklik Add Device.

5. Jika telah muncul nama proyektor beserta nomornya, berarti si proyektor sudah siap terhubung. Kemudian Wifi harus disetting dengan memilih Wifi AnyCast dan memasukkan pin yang diperlihatkan pada layar proyektor (biasanya ada di bagian kanan atas dan berjumlah 8 digit). Sepertinya ini hanya perlu saat pertama kali men-setting. Karena setelahnya, saya tidak perlu lagi memasukkan pin.

P_20190826_221406_p.jpg

6. Setelah memilih Connect dan berhasil, layar laptop akan langsung dibuat duplikatnya pada sorotan proyektor. Alhamdulillah kalau sukses, presentasi pun bisa berjalan lancar!

P_20190826_215425_p.jpg

Beberapa masalah yg sering muncul saat menghubungkan proyektor dengan Dongle yg pernah saya temui antara lain:

  1. Wifi AnyCast tidak bisa konek padahal pin sudah benar dimasukkan. Untuk kasus ini, saya coba memutuskan device dulu di bagian setting dan mengkoneksikan ulang.
  2. HDMI tidak terdeteksi oleh proyektor. Jika seperti ini, bisa jadi akibat port HDMI tipe male pada kabel Dongle tidak sempurna masuk pada lubang port female pada proyektor. Perbaiki kembali.
  3. Meski sudah masuk sempurna, masih belum konek juga? Coba untuk tidak memasukkan port female tipe USB yg ada di laptop dengan port male wifi/bluetooth lain (misalnya untuk wireless-mouse). Sepertinya dia tidak mau di-dua-kan, hehe, ini mah analisa ngasal saya saja.

P_20190826_221131_p.jpg

Demikian, itu saja catatannya. Semoga bermanfaat untuk saya pribadi. Alhamdulillah jika yg lain juga terbantu dengan coretan seadanya ini. Selamat mencoba!

Wajah Buku

Sudah lama sekali saya tidak membuka Facebook. Wajah Buku ini lemot sekali kalau dibuka dengan menggunakan si hp pintar. Bahkan, dulu pernah akses internet kampus memblokir FB, selain youtube, karena dianggap mengganggu konsentrasi pegawai. Nyatanya, dengan akses lain, masih banyak yg bisa membuka youtube dan FB di kampus. Saya termasuk yg makin jarang menyambangi FB, alasan utamanya karena pekerjaan kampus yg agak bertubi-tubi (sok sibuk banget saya). Jadi saya gak masalah dgn pemblokiran itu.

Setiap kali saya membuka FB, saya agak minder jika membaca wall FB saya yg penuh dg tulisan-tulisan hebat teman2 di FB. Saya merasa jauh tertinggal di belakang. Bukan sekedar karena status yg tidak beranjak, sementara teman2 sudah punya gandengan dan buntut yg panjang. Bukan karena postingan jalan2 ataupun pekerjaan yg mereka lakukan.. Tapi lebih jauh lagi karena tulisan2 mereka yg menurut saya sangat ‘wow’ ttg pemaknaan mereka atas kehidupan, apakah itu berupa pengalaman baik ataupun buruk yg mereka jalani. Tulisan2 itu membuat saya merasa kecil. Apa yg saya alami tidak ada apa2nya dibandingkan mereka. Tapi saya senang, bisa belajar lagi dari pengalaman mereka. Cuma karena saking banyaknya, saya bingung kadang memulai dari mana. Random and fast reading jadinya. Otak saya pusing, haha. Kecepatan internet dan arus informasinya membuat kepala saya yg RAMnya belum diupgrade, jadi loading lama.

Ah, entahlah. Yang pasti, FB masih bermanfaat utk saya mendapat info ttg kondisi teman2 yg terbaru dan pelajaran dari lika liku hidup mereka. Jadi, sepertinya beberapa kali sebulan saya akan mulai buka FB lagi, meski sebentar. Hitung-hitung menjalin silaturahim.