11-04-1985 — 19-04-2017

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Aku lupa. Setiap perpisahan ternyata selalu membawa kesedihan. Bukan karena ketidak-ikhlasan, aku tidak mungkin tidak (berusaha) ikhlas, ketika pemilik jiwa mengambil kembali milik-Nya.

“there are things that we don’t want to happen but have to accept, things we don’t want to know but have to learn, and people we can’t live without but have to let go.” (Qisthi, 2017)

Mungkin saja, salah satunya, karena tidak bisa melihat tawamu yang biasa ketika aku mencandaimu. Senyummu yang merekah ketika melihatku pulang dari pergi seharian. Cemberutmu yang muncul setelah aku cerewet menceramahimu. Terimakasih sudah mengizinkanku menjadi adikmu. Terimakasih sudah mau berbagi kasih sayang Bapak dan Ibu.

Rasanya, mbak Ayu tidak sedang pergi ke mana-mana. Rasanya seperti menunggumu bangun dari tidur setiap hari. Hanya saja kali ini tidurmu sangat panjang, mbak. Kelak, entah kapan, aku juga akan tertidur panjang sepertimu. Lalu kita akan sama-sama terbangun di padang mahsyar. Apakah kita akan saling mencari? Tidak kah kita sedang sibuk dan khawatir dengan diri kita sendiri? Semoga saja Rasulullah yang tengah sibuk kala hari yang mencemaskan setiap jiwa itu, tak lupa memanggil nama kita sebagai salah satu umatnya yang akan diberinya syafa’at. Semoga Allah swt bermurah hati memasukkan kita ke dalam surga-Nya, bersama Bapak, Ibu, dan keluarga besar kita, bersama orang-orang mukmin dan sholeh.. meskipun timbangan kita lebih berat ke sebelah kiri, karena sedikitnya amal kebaikan kita di dunia. Semoga Allah swt mencintai kita dengan rahmat-Nya.

Mungkin ini yang namanya rindu. Baru terasa ketika jiwa dipisahkan, tapi hati tak ingin melupakan. Apakah rindu itu satu bentuk dari cinta? Jika iya, maka mungkin ini karena aku mencintaimu, Mbak Ayu.

Aku baru tersadar, 32 tahun lalu dari usiamu, aku lahir 4 hari setelah hari lahirmu. Tahun ini 31 tahun lewat 4 hari aku ada di dunia, Allah swt memanggilmu kembali. Sungguh, tidak ada yang kebetulan. Kata Qisthi, buku ceritamu sudah selesai ditulis, mbak. Tapi segala cerita tentangmu akan tetap di sini. Tentangmu yang berebut GD dengan Dhian. Tentangmu yang punya begitu banyak mimpi yang menurutku ‘ketinggian’. Maafkan jika kadang aku terkesan membatasi mimpimu terbang ke langit. Aku hanya takut, kau terjatuh terlalu keras. Aku hanya ingin mengajakmu kembali ke dunia nyata, tempat di mana tidak hanya ada taman bunga penuh warna, tapi juga bukit batu yang terjal dan melelahkan.

Dunia yang fana ini bukan segala-galanya yang harus kita raih, kan? Hiruk pikuk perhatian orang tak perlu kita cemaskan. Yang penting Allah ridha pada apa yang kita lakukan dan kelak surga akan kita dapatkan. Itu saja yang penting dalam kehidupan, bukan? Dan kematian pasti akan datang menjemput dan memisahkan kita dari kehidupan. Seperti yang telah banyak menimpa banyak orang, termasuk dirimu, mbak. Kau telah berjuang, 10 tahun ini. Mungkin lebih. Maafkan aku karena seringkali terlalu mementingkan ego dan kepentinganku, dibandingkan menemanimu menghadapi semuanya. Harapmu, doamu, tangismu, kesalmu, lelahmu, semua Didengar-Nya, aku percaya Allah swt mendengarnya, mbak. Dan Allah swt selalu menjawabnya dengan “Iya”. Allah swt akan menjawab semua pertanyaanmu, mbak. Jawabannya selalu kebaikan. Aku (selalu berusaha) mempercayai itu. Terimakasih sudah mau sabar menunggu dan mempercayainya.

Selamat jalan, mbak Ayu. Semoga Allah swt mengasihimu, melindungimu, menerangi kuburmu, mengampuni kesalahanmu, mengumpulkan keluarga kita kelak di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

NB: Gambar diambil dari sini

Iklan

Puisis

Beres-beres arsip zaman SMA, menemukan beberapa puisi yg pernah saya koleksi (beberapa saya tulis di bawah ini). Nostalgia! Tersadar, betapa sudah sejak lama saya terpapar kekuatan dan keindahan kata-kata, tapi terasa amnesia #halah #panteslebaydansukamaksa

sms idul adha update

bismillah,,,

alhamdulillah tahun ini dapat beberapa sms lebaran kurban yg bs dshare ^^, kali ini banyak versi seriusnya,,,

1. Di Idul Adha ini ada jutaan kambing & sapi teal rela berkorban untuk manusia. Kini mereka sedang menanti kerelaan manusia untuk berkorban, menyembelih nafsu kebinatangan yg bercokol di tubuh ini. Sudahkah kita melakukannya? Andai belum, maka sebenarnya siapa yg lebih mulia di Idul Adha ini… manusia atau mereka (kak Ryan)

2. Seperti Ibrahim, manusia penuh dedikasi, kisah hidupnya membentang sepanjang sejarah. Bintang kehormatan sebagai kekasih Alla pun tersemat pada namanya. Layaknya Hajar, wanita tegar penuh cinta, hingga jejak kasih sayangnya abadi dalam mata air zam2. Menjadilah sesabar smail, hingga kesabarannya pun mendapat sanjungan dari langit. Met Idul Adha (Khadafi)

3. Pengorbanan sejatinya ketika harta, keluarga, dan jiwa diserahkan untuk Allah, Rasulullah SAW telah mengajar kita arti kurban sebenarnya. Kesyahidan itulah puncak tertinggi dlm pengorbanan di jalan Allah. Niatkanlah untuk mendapat syahadat di akhir nafas qt.  (mbak Emi)

4.  ((___))

‘(  +    +  )’–.–.–.–.–.,

(       )         ”    @     ‘:_/’+

*            ‘- i – i – :_:’

Nih aku sapibuat saudariku,,,,

tapi sayang gak bisa dipotong utk qurban,  hehehehe

happy ied Mubarak (Aji)

subhanallah,, sepertinya bulan2 ini masa2 jayanya TL,, :D

Beberapa saat yg lalu dapat undangan formal dari yg empunya hajat via YM,,,

Mengundang sahabat2 semua utk datang pada acara pernikahan :

Inna Arumsari Fitriani (Teknik Lingkungan ITB’05) & Verry Aria Firmansyah (Teknik Planologi ITB’05)

8 maret 2009 @ Jl Mini 3 No. 34 bambu Apus-Cipayung, jakarta timur Akad j7.30@masjid al hikmah, resepsi j10-15…

Mohon do’a dan restunya…

sebelumnya ada teh Kiki (TL02) dan kak Deo (TL03) — 7 Feb 09

akan menyusul : anni (TL04) dan Yandri (UNPAD ILKOM 03) — 28 feb 09

(dan desas desusnya,, smg dlancarkan dan dmudahkan,, TL 2004 ada 4 pasangan lagi yg akan menyusul tahun ini)

subhanallah,,, smg SAMARA,,,

subhanallah,,, TL berjaya :D,, barakallahu