Keajaiban (Niat) Puasa

Ramadhan sebentar lagi, tak terasa tinggal menghitung hari. Allahumma baariklanaa fii rajabaa wa sya’ban wa baligna ramadhaan, aamiin. Semoga hutang puasa sudah terbayar semua. Bagi yang belum, masih ada sedikit waktu tersisa. Tetapi, jangan terlalu mepet dengan Ramadhan, ya. Maksimal sekali 3 hari sebelum perkiraan hilal Ramadhan, untuk berjaga-jaga. Bayar hutang sebaiknya memang tak mepet-mepet dengan bulan Ramadhan, sesegera mungkin kita bayar setelah Ramadhan beranjak meninggalkan, karena tak ada yang tahu batas umur kita sampai kapan.

Puasa di bulan Ramadhan adalah momen yang paling ditunggu bagi sebagian besar umat muslim di dunia. Di bulan ini, setiap detik yg terisi dengan ibadah akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah swt. Tidur saja ibadah, apalagi selainnya! Sangat sayang untuk dilewatkan oleh jiwa yg berlumuran dosa. Ramadhan saat tepat untuk setidaknya menyeimbangkan dosa dengan pahala.

Sebelum memasuki bulan yg mulia ini, mari kita awali dengan niat, bahwa yg kita lakukan hanya untuk Allah swt. Teringat satu hadist qudsi perihal puasa, yg intinya kalau tidak salah begini: seluruh amalan (ibadah) anak cucu adam akan kembali untuk dirinya, berupa kebaikan berlipat hingga 10 kali bahkan 700 kali, kecuali puasa. Karena puasa adalah milik Allah swt, maka Allah swt berfirman akan menggantinya dengan kebaikan yg tak terhingga.

Salah satu keajaiban (niat) puasa yg pernah saya rasakan adalah saat belajar puasa sunnah di luar Ramadhan. Satu ketika saya telat bangun untuk sahur, akhirnya saya putuskan tidak berpuasa saja. Buru-buru harus sampai ke kampus menyebabkan saya tak sempat sarapan, sekedar minum segelas teh dan makan pisang satu buah. Harusnya sih cukup. Tapi ya, orang Indonesia, belum makan namanya kalau belum makan nasi. Tibalah jam 10 pagi, perut saya sudah main jazz lagi, saya sangat kelaparan! Padahal jika puasa, meski hanya minum air dan sepotong pisang yang sama, rasa lapar hilang begitu saja. Lemas pun tak terasa! MasyaAllah ya?! Allah swt benar-benar membantu setiap kita yg ber(niat)puasa.

Pernahkah merasakannya juga? Ajaib kan? Saya jadi kepikiran, mending saya puasa ya, kalau begitu, daripada tidak puasa. Kalau untuk Ramadhan, jelas wajib puasa. Terkecuali untuk kaum perempuan, ada waktu khusus tak boleh puasa. Nah, pas ini kerasa banget laparnya kalau sedang gak puasa, aneh pisan ya? Jadi suka malu sendiri sama yg sedang puasa kalau mau makan minum, meski cuma di pojokan. Tapi apa daya, lapar tak terkira. Harap maklum saja. Hemat saya, tak hanya yg tak puasa yg harus menghormati yg berpuasa. Yang berpuasa pun harus mengasihani yg tak berpuasa, karena kondisinya sungguh sengsara (lebay mode:on). Jadi, saling menghargai saja ya. Jika ada warung makan yg masih buka, itu adalah penolong bagi mereka yg tak puasa. Tak perlu marah-marah berlebihan sampai menutup warungnya. Cukup ditutup tirai dan tak perlu mengintip ke dalamnya. Kalaupun tak sengaja melihat yg sedang lahap makan atau ada yg menyengaja makan di depan kita, harap bersabar ini ujian 🤣.

 

Iklan

Resep Roti Keju

BAHAN A:

500 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr gula
11 gr ragi instans
1/2 sdt bread improver
4 butir kuning telur
200 ml air es

BAHAN B:

100 gr mentega/margarin
5 gr garam

BAHAN C (bahan isi):

100 gr keju cheddar parut
100 gr mentega

Cara Membuat:

1. Aduk bahan A, uleni hingga bergumpal-gumpal. Masukkan bahan B, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan 20 menit.
2. Kempiskan adonan, potong timbang @40 gr, bulatkan. Istirahatkan 10 menit.
3. Aduk rata bahan C.
4. Ambil satu bulatan adonan, beri isi bahan C, bentuk lonjong. Lakukan untuk semua bulatan.
5. Diamkan 30-60 menit, tergantung kehangatan udara. Setelah terlihat mengembang ringan, poles atasnya dengan kuning telur kocok, panggang selama 20 menit, suhu 180 C, hingga terlihat keemasan. Angkat.

PS: Bahan C dapat dimodifikasi sesuai selera (bisa diisi pisang, coklat, atau mungkin sosis :9)

Selamat mencoba!

Melayani pemesanan utk Mataram dan sekitarnya, free ongkir (edisi promosi :D).
Ayo pesan 😀