Seandainya

Seandainya menuntut akan membawamu kembali, siapa yg harus kutuntut?

Seandainya marah akan membawamu kembali, siapa yg harus dimarahi?

Rumah sakit? Dokter? Perawat? Atau bahkan diriku sendiri?

Seandainya menangis akan membawamu kembali, aku masih akan terus menangis

Seandainya (kata) seandainya dapat membawamu kembali, aku masih akan terus mengucapkannya

 

Merasa Bodoh

Kata orang bijak, jika merasa bodoh mendorongmu untuk terus belajar, maka merasa bodoh adalah hal yang baik. Teruslah merasa bodoh dan tak tahu apa-apa. Itu akan membuat kaki melangkah terus, maju ke depan.

Sebaliknya, jika merasa bodoh membuat kakimu berhenti mengejar mimpi, maka ingatlah kalau tidak ada seorang pun yang benar-benar pintar dan menguasai segala hal. Setiap manusia punya kekurangan dan kelebihan, meski sedikit. Dan itu harus disyukuri.

Syukuri yang sedikit, niscaya akan ditambah-Nya. Begitu kata Tuhan.

Ada orang yang tak bisa melakukan apa yang bisa kita lakukan. Ada juga yang tak bisa kita lakukan dan bisa dilakukan orang lain. Karena itulah, manusia tak bisa hidup sendirian.

Tapi benar, kadangkala aku bingung mencari bantuan. Takut dibilang terlalu bodoh. Takut dibilang merepotkan. Jika sudah begitu, menertawakan diri sendiri satu hal yang bisa kulakukan. Apakah kamu pernah merasa demikian?

 

Janji

Ia berjanji
Sudah lama
Bahwa ia akan selalu
datang

Sampai saat ini
Ia selalu menepatinya
Tak pernah luput
sedetik pun

Membayangkannya begitu menepati janji
Buatku sedikit bahagia
Tapi juga takut
Karena janjinya dipenuhi
Untuk pembalasan
dendam

Dendam yang tak berkesudahan
pada manusia
Anak cucu Adam

Kau pasti tahu siapa dia
Ya, si dia
Setan itu sungguh sangat
menepati janji

Ia berjanji untuk setia menjadi penjaga pintu kegelapan
Ia berjanji untuk setiap saat
tak pernah lalai untuk
membisikkan was-was dan ketakutan
menularkan kebencian, kemarahan, kedengkian, dan kesombongan
mengimingi-imingi kenikmatan dunia yang fana
dalam jiwa
manusia

Dia memang pandai sekali berjanji
dan menepatinya
tidak seperti kamu
Iya, kamu

 

 

Lelah

Apa yg ada hari ini hanya lelah
Lelah yg menjelma jadi retak
Dan hitam seperti di dasar lautan yg paling dalam

Apa yg ada hari ini seperti buih yg tak pernah sampai ke pantai harapan
Apa yg salah dari goresan tak bermakna jika hanya tertinggal di buritan

Atau kulempari saja dengan bebatuan
Biar retak jadi hancur berkeping keping ke dalam jurang

Tuhan…
Apa yg tersisa hari ini hanya lelah yg seperti tak berkesudahan

Tidak melakukan kesalahan yang sama

reminder untuk tidak jatuh ke lubang yang sama. Arigatou iin 🙂

Sebuah Perjalanan

Konsep sederhana “tidak melakukan kesalahan yang sama” ini tidak sesederhana yang dibayangkan. Nampak simple, tapi pengaruhnya sebenarnya cukup signifikan. Apa pasal?

Kemampuan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama bisa berarti:

  1. Belajar dari kesalahan yang ada dan mendapatkan hikmah darinya
  2. Menghindarkan diri dari terjebak di lubang yang sama
  3. Progresif dalam kehidupan karena artinya kita “move on” dan berubah kea rah lebih baik.

Dalam hadits Rasulullah SAW, disebutkan bahwa seseorang yang memiliki hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung, sementara orang yang memiliki hari ini kurang lebih sama dengan kemarin adalah orang yangmerugi, yang paling parah adalah ketika seseorang memiliki hari yang tidak lebih baik dibandingkan hari kemarin, maka dia adalah orang yang celaka.

mistake 2

Dikaitkan dengan hadits ini, terlihat bahwa Islam adalah agama yang menjungjung tinggi progresifitas dan perbaikan menuju ke arah positif. Inget kisah tentang 1 orang alim agama yang meninggal suul khatimah dan satu orang pendosa…

Lihat pos aslinya 531 kata lagi

“sono” MONOLOG

Karena kita manusia biasa

Ijin reblog ya teh.. Nuhuun 🙂

sebelas januari

tibatiba senja mengeja namamu,

pada baitbait rindu..

tibatiba jingga memagut rautmu,

pada remah-remah rasa..

tibatiba nyeri menelisik bilik

tak menyengaja.. ia teracik

&&

tibatiba Ia merangkum senyummu

pada sepertiga awal malamku

tibatiba Ia membalut candamu

pada sapa hangat saat berbuka

tibatiba Ia menghadirkanmu

pada gores manja sapaan maya

tibatiba Ia mengirimu

pada tanya, sedang apa?

tibatiba

tibatiba

tibatiba

benarkah tibatiba?

bukankah tak ada yang tibatiba didunia?

semesta saja mengalami proses penciptaan

dan manusia sembilan bulan dalam kandungan

sebelum akhirnya berkompetisi dalam kehidupan

lalu bagaimana rindu itu tercipta?

adakah kita yang meramu rasa,

hingga kemudian menamainya,

RINDU..

sedang rasa adalah hal yang paling tidak bisa kita rekayasa,

cinta, rindu, adalah lagu yang tercipta dari lantunan doa..

Ia-lah sang MAHA

yang mengilhamkan rasa itu

pada jiwajiwa yang terpaut padaNya

Ia-lah sang MAHA

yang berkenan menitiskan cinta pada saudara

jua rindu yang menyesak kalbu

Ia-lah sang MAHA

yang menghadirkan cinta

di hatiku dan…

Lihat pos aslinya 64 kata lagi

Uang Bukan Rezeki

Bahasanya beuraaat tapi garing tapi berisi dan pastinya menyadarkan diri.

Ijin reblog 🙂

Usual Storyline

Konsep rezeki secara umumnya memang lebih ” bias ekonomi”, perspektif ekonomi jauh lebih dominan dibanding ekologi. Bias ekonomi ini bisa dimaklumi, karena memang manusia modern bertahan hidup ( survival) dengan medium alat tukar berupa uang ( bank notes), yang sebenarnya adalah sebuah surat hutang.

Secara pengalaman empiris, lebih mudah memang untuk seorang manusia, survival di area rural, atau hutan gunung, dibandingkan di area urban perkotaan, yang untuk kencing atau berak sekalipun, manusia butuh uang untuk bisa masuk kamar kecil.

Sebenarnya, jika saja manusia mampu meluangkan waktu sejenak untuk mendalami perspektif ekologi, dan agak sedikit menjauh dari perspektif ekonomi, maka ada banyak, berlimpah ruah, berbagai rezeki yang membuat manusia bisa survival di Planet Bumi. Hanya saja, mendalami ukuran- ukuran rezeki ekologis ini memang sebuah jalan sunyi nan temaram, jauh beda dengan ukuran- ukuran rezeki ekonomis yang riuh rendah dan hingar bingar penuh gemerlap cahaya.

Setiap menit, setiap manusia hidup di…

Lihat pos aslinya 1.514 kata lagi