37degree

akhirnya di Bandung lagi,,,

Posted by: 37degree on: Mei 26, 2009

Setelah dua bulan kembali ke kampung halaman, akhirnya saya kembali ke Bandung lagi. Tapi kali ini cuma sebentar, ada niat kuliah lagi, sekarang usaha dulu nyari beasiswa. Soalnya kalau biaya sendiri, gak sanggup euy :D

Mohon doanya ya…

Btw,, sekarang jarang nulis, karena akses internet di Mataram, kota kelahiran dan ‘kebesaran’, susah dijangkau,,, kembali ke Bandung, ngenet bisa berlama-lama di kampus tercinta,, hehehe

I still have a lot of things to do
so,, I think it is enaugh for this time
Hope I could write something next time

Cinta Yang Sempurna

Posted by: 37degree on: Februari 21, 2009

hanya ada satu Cinta Yang Sempurna, Cinta-Nya

Terbawa aku dalam rasa
Yang selama ini tak lupa
Mungkinkah ini cinta?

Hatiku coba tuk mencari
Kemana aku telah pergi

Mungkin semua ini mimpi
Hanya ilusi
Cinta yang menipu
Keindahan yang semu
Semua hanya palsu
Keindahan yang semu
Semua hanya palsu

Reff:
Bawa aku kepada-Mu
Keindahan yang tak semu
Peluk aku jangan pernah
Kau biarkan ku terlupa pada-Mu
Kasihku tempatku mengadu
Takkan ada cinta yang bisa sempurna
Selain kepada-Mu, kepada-Mu

Hanya ilusi
Cinta yang menipu
Keindahan yang semu
Semua hanya palsu
Keindahan yang semu
Semua hanya palsu

Back to Reff 3x

i love this song ^^,, 6ixth Sense Feat Noe Letto
Judul Lirik Lagu: Cinta Yang Sempurna,, thanks to mbak Upe

selalu ada jalan pulang

Posted by: 37degree on: Februari 21, 2009

Kadang kita merasa, bahwa diri merasa sangat hina karena sudah terlalu banyak lupa atau terlalu sering lalai. Dan kita merasa tak pantas ‘mendekat’ pada Allah. Padalah sungguh, Allah rindu pada orang-orang yg berpaling. Rindu agar kita kembali pada-Nya.

Kepada Daud as, Allah berfirman, “Andaikan orang-orang yg berpaling dari-Ku mengetahui kerinduan-Ku atas kembalinya mereka dan cinta-Ku akan taubatnya mereka, niscaya mereka akan meleleh karena rindunya mereka kepada-Ku. Wahai Daud, demikianlah cinta-Ku kepada orang-orang yg berpaling, maka bagaimanakah cinta-Ku kepada orang-orang yg datang kepada-Ku?”

Kadang kita merasa, bahwa diri tak pantas lagi meminta sekedar ampunan. Karena sudah terlalu banyak dosa. Padahal Allah sungguh membela manusia di hadapan para Malaikatnya, bahkan.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa ketika seorang hamba yg berlumuran dosa menengadahkan tangannya ke langit sambil berkata, “Wahai Tuhanku.” Maka malaikat buru-buru menghalangi suara orang itu agar tidak terdengar sampai ke langit. Begitu si hamba mengulanginya, “Wahai Tuhanku,” malaikat kembali menghalangi suaranya. Pada kali ketiga ia meminta, “Wahai Tuhanku,” malaikat tetap menutupi suara itu. Sampai pada panggilan keempat, Allah berfirman,

“Sampai kapan kalian menghalangi suara hamba-Ku untuk sampai kepada-Ku? Aku penuhi panggilanmu wahai hamba-Ku. Aku penuhi panggilanmu wahai hamba-Ku. Aku penuhi panggilanmu wahai hamba-Ku. Aku penuhi panggilanmu wahai hamba-Ku.”

Allah kemudian berfirman, “Wahai anak Adam, aku telah menciptakanmu dengan tangan-Ku, Aku bimbing engkau dgn nikmat-Ku, tetapi engkau menyalahi Aku dan bermaksiat kepada-Ku. Jika engkau kembali kepada-Ku, maka Aku terima taubatmu. Dimanakah engkau bisa mendapatkan Tuhan seperti Aku? Akulah Dzat yg Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Allah juga berfirman, “Wahai hamba-Ku, Aku telah mengeluarkan kalian dari tidak ada menjadi ada, Aku menciptakan untukmu pendengaran pengelihatan, dan pikiran. Wahai hamba-Ku, aku tutupi aibmu tetapi engkau tidak sedikitpun merasa takut pada-Ku. Aku senantiasa mengingatmu tetapi engkau melupakan-Ku. Aku malu kepadamu tetapi engkau tidak pernah merasa malu kepada-Ku. Siapakah yg lebih besar kasih sayangnya daripada Aku? Siapakah yg pernah datang mengetuk pintu-Ku lalu Aku tidak membukanya? Siapakah yg meminta kepada-Ku yg tidak Aku beri? Apakah aku ini Dzat yg Bakhil sampai hamba-Ku begitu bakhilnya kepada-Ku?”

Allah juga berfirman, “Sungguh, Aku mendapati diri-Ku sangat malu pada hamba-Ku yg mengangkat kedua tangannya sambil berkata, “Ya Tuhanku, Ya Tuhanku,” lalu Aku menolaknya. Para Malaikat berkata, “Wahai Tuhan kami, dia itu tidak pantas untuk diampuni.” Lalu aku berfirman, “Tapi aku Maha Pemberi takwa dan Maha Pengampun, karena itu Aku persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.”

(dikutip dari Tarbawi Edisi 177 Th.9 Rabi’uts Tsani 1429H / 9 April 2008)

ternyata selalu ada jalan pulang kembali kepada-Nya…

long-road

aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Posted by: 37degree on: Februari 21, 2009

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada

(Sapardi Djoko Damono)

indah banget puisi ini,,,

dan ternyata,,, Sapardi Djoko Darmono (SDD) itu juga berzodiak aries seperti saya ^^ (narsis mode: on),,, beliau lahir tanggal 20 maret. begitu juga Helvy Tiana Rosa (2 April).

Hmm,, sepertinya memang benar ya, ‘masyarakat’ aries itu ketertarikannya pd ‘untaian kata-kata berirama’ itu tinggi ^^

aku memang ditakdirkan jadi penjahat

Posted by: 37degree on: Februari 20, 2009

Sudah sebulan lamanya laki-laki itu mendekam di penjara. Ia ditangkap polisi saat sedang melakukan aksinya, menjual ganja. Kali itu ia salah sangka, terjebak polisi yg menyamar jadi pembeli. Seperti biasa, ia tak menaruh curiga, pada lelaki bertampang preman yg menanyakan padanya tentang tempat membeli ganja yg bagus. “aku bayar mahal,” kata polisi itu, dan ia percaya saja.

Ia tak menyangka akan berakhir seperti ini, mendekam di penjara. Terancam hukuman penjara 10 tahun. Matanya nanar, dalam gelapnya sel yg dihuninya seorang diri itu. “Aku memang ditakdirkan jadi penjahat, ” gumamnya pelan sambil mondar mandir di dalam sel.

Ia terbayang wajah istri dan anaknya semata wayang yg datang menjenguknya pagi tadi. Ada gurat kecewa dalam wajah sang istri yg tidak pernah menyangka bahwa uang belanja yg diterimanya setiap bulan adalah hasil dari pekerjaan haram. Menjual ganja!

“apa yg kau harap dengan memberi kami makan dari uang haram?!”

Terngiang kata-kata istrinya di telinga. Terus terngiang, semakin keras, berulang-ulang. Sampai ia jejalkan telapak tangannya pada telinganya, berharap tak lagi mendengar suara itu yg membuat dunia di matanya berputar-putar.  Laki-laki itu jatuh terduduk di lantai sel yg dingin. Lemas….

“diam! diam! diaaam! aku memang ditakdirkan jadi orang jahat! jangan salahkan aku! Tuhan tak pernah ingatkan aku. Ia yg ingin aku jadi seperti ini….”

Malam itu, langit tanpa rembulan. Di dalam sel yg gelap, sesosok lelaki tergugu di lantai. Laki-laki yg menyalahkan Tuhan, karena nasibnya yg malang.

( – mungkin – bersambung… ^^)

nah,, ini ceritanya mau dikembangkan jadi cerpen,, tampak seru kalo dibuat cerpen bersambung. ada yg tertarik? silahkan teman2 yg ingin menyambung cerpen ini, hingga nanti kita dapat satu buah cerpen karya kita bersama ini,, syaratnya : mengacu pada judul dan paragraf2 sebelumnya, jgn melenceng terlalu jauh ya. Inti dari cerpen ini sebenarnya ttg butanya mata hati kita dari melihat ‘tanda2 Cinta’ Allah. Merasa tak pernah di’selamatkan’ oleh Allah, tak pernah diseru pd kebenaran, tak pernah diberi hidayah. Padahal tanda2 itu tersebar dimana-mana dan hidayah itu sesungguhnya ‘diupayakan’.

ok,, let’s start!

(saran lain dipersilahkan,, monggo,,)

jangan panggil aku ‘tuan’

Posted by: 37degree on: Februari 20, 2009

sosok itu lama terdiam, hingga akhirnya keluar juga sepatah kalimat. tegas tapi mantap, “jangan panggil aku ‘tuan’!”

kenapa?

karena sosok itu perempuan :D

(garing mode: on)

hidup adalah perjuangan

Posted by: 37degree on: Februari 18, 2009

hidup adalah perjuangan,, perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata

hidup adalah pelaksanaan kata-kata!

Tiba-tiba saja aku teringat, hampir 5 tahun yg lalu, ketika kata-kata itu pertama kali bergema di telingaku. Kudengar dari seorang kakak panitia, yg berperan sebagai danlap, saat  itu.

Ya, tiba-tiba saja aku teringat kata-kata itu, hari ini, ketika akhirnya aku menerima juga surat pengumuman dari Tokyo Daigaku (Todai), ttg permohonan beasiswa S2 yg aku ajukan. Surat itu diselipkan begitu saja di bawah pintu kamarku, entah oleh siapa.

Akhirnya! Datang juga….

Kubaca alamat pengirimnya dan tertera namaku di sana (To : Ms. Diah Ajeng Setiawati). Tiba-tiba aku teringat, teman-teman yg sudah mendapat surat serupa, lebih dulu. Mereka semua gagal untuk masuk ke tahap seleksi selanjutnya. Dan aku yakin, aku juga pasti gagal…

Tiba-tiba aku merasa takut. Kuabaikan surat itu, tak jadi membukanya.

Gelisah….

Lama kubiarkan surat itu, tergeletak begitu saja di atas meja. Kutinggal sholat, kutinggal makan, dll. Jadi gak ingin membukanya.

Heran… kenapa harus takut, padahal seharusnya aku tenang saja karena sudah tahu hasilnya apa. (ini bukan pesimis menang, tapi optimis kalah…. hehe, sama aja)

Akhirnya, aku putuskan membukanya setelah lama berfikir (sambil melakukan banyak hal tadi), dan ternyata hasilnya : gak lolos (alhamdulillah….)

Anyway, i have try!

Alhamdulillah, aku bersyukur sudah berani mencoba. Meskipun gagal, aku dapat banyak pelajaran dari ‘percobaan’ ini :D .

Ya, aku jadi ingat lagi, bahwa hanya ada satu terminal dalam hidup, yaitu kematian. Sebelum malaikat maut datang menjemput, tidak ada kata ’selesai’. Setiap yang kita capai/dapatkan dalam hidup ternyata bukan hasil akhir. Apakah itu kegagalan atau keberhasilan, hidup akan  terus berjalan dan perjuangan belum berakhir.

Ketika gagal, masih banyak kesempatan lain yg bisa dicoba. Bahkan, ketika gagalpun, ternyata sudah banyak kenikmatan yg Allah berikan. Lantas, apa arti sedih berkepanjangan atau putus asa berlebihan?

Ketika berhasil, ternyata sudah terbentang tantangan-tantangan baru yg akan dihadapi. Bahkan mungkin semakin besar dan semakin sulit.  Lantas, apa arti kesombongan atau malas-malasan karena merasa sudah di puncak?

Hidup senantiasa menjadi jalan para pejuang, untuk melakukan yang terbaik, dengan semangat tinggi dan diwarnai dengan rendah hati. Karena Allah ternyata tidak melihat hasil dari yg kita lakukan, tapi menilai prosesnya….

Yosh,, ganbatte! Semangat lagi! Life still go on! Try again next time!

Aku jadi teringat do’a yg diucapkan Loretta Clairborne

“God, let me win. But if I cannot win, let me be brave in the attempt….”

“Tuhan, berikan aku kemenangan. Tapi jika tidak, berikan aku keberanian dalam usaha…. “

sujud

ketika harapan tak sesuai kenyataan

Posted by: 37degree on: Februari 18, 2009

brokenglass2

Allah tahu yg terbaik untuk kita
selalu,,,

subhanallah,, sepertinya bulan2 ini masa2 jayanya TL,, :D

Posted by: 37degree on: Februari 16, 2009

Beberapa saat yg lalu dapat undangan formal dari yg empunya hajat via YM,,,

Mengundang sahabat2 semua utk datang pada acara pernikahan :

Inna Arumsari Fitriani (Teknik Lingkungan ITB’05) & Verry Aria Firmansyah (Teknik Planologi ITB’05)

8 maret 2009 @ Jl Mini 3 No. 34 bambu Apus-Cipayung, jakarta timur Akad j7.30@masjid al hikmah, resepsi j10-15…

Mohon do’a dan restunya…

sebelumnya ada teh Kiki (TL02) dan kak Deo (TL03) — 7 Feb 09

akan menyusul : anni (TL04) dan Yandri (UNPAD ILKOM 03) — 28 feb 09

(dan desas desusnya,, smg dlancarkan dan dmudahkan,, TL 2004 ada 4 pasangan lagi yg akan menyusul tahun ini)

subhanallah,,, smg SAMARA,,,

subhanallah,,, TL berjaya :D ,, barakallahu

memberi yg kita bisa

Posted by: 37degree on: Februari 16, 2009

sebagian orang mungkin ada yg tak setuju dgn aksi mahasiswa turun ke jalan,,,

“cuma bikin macet jalan.”

“bikin rusuh aja.”

“memang ngaruh gitu?”

mungkin terbersit dlm benak kita, menyepelekan apa yg dilakukan mahasiswa yg turun ke jalan2.

tapi apa yg mereka lakukan, kadang tidak salah. karena yg mereka lakukan hanya menyuarakan kekecewaan, hanya bentuk pewacanaan. bahwa ada yg salah pd bangsa ini. bahwa ada yg harus diperbaiki.

apa yg mereka lakukan, kadang bentuk dukungan pada kebenaran. karena sekarang ini, media semakin pintar memutarbalikkan fakta. karena sekarang ini, koruptor tak tampak seperti koruptor. teroris tak tampak seperti teroris. MPR kebanyakan dipenuhi aleg-aleg yg awalnya memang hanya niat berebut kursi, setelah dapat, tiduran saja ketika rapat. inikah yg dsebut wakil rakyat?

ya, kadang, mereka bersuara sbg bentuk teguran, utk kembali ke jalan yg benar. entah kenapa, media kadang justru menayangkan sebaliknya.

susah sekali memperjuangkan kebenaran di negeri ini. bahkan hanya memberi yg kita bisa, banyak orang merasa apa yg kita lakukan sia-sia.

mungkin juga karena tindak tanduk yg kurang baik di jalan2, membuat orang kecewa. smg kritikan ini jadi instropeksi buat kita, yg katanya mengusung kebenaran di jalan-jalan.

– yg dulu pernah ikut turun ke jalan dgn status mahasiswa –

(setelah membaca potingan teman yg kecewa karena mahasiswa cuma bisa menuntut tapi tdk memberi,,, )

kalender…

Juli 2009
S S R K J S M
« Mei    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

selamat datang sahabat, anda pengunjung ke

  • 6,447 kali

kategori tulisan

arsip tulisan

Tausiyah hari ini

bergantunglah hanya pd Allah... ketika hati bergantung pd selainNya, bersiaplah utk kecewa

kenal lebih dekat…