37degree

Ketika Cinta Bertasbih 2

Posted by: 37degree on: Desember 9, 2009

Bismillah… bakal panjang nih. Yang sabar ya bacanya ^_______^

Entah kenapa, ketika diajak pertama kali menonton KCB 2, yg terbayang d benakku pertama kali adalah : ayat-ayat cinta. Mungkin karena pengarang kedua novel ini sama, yaitu Habiburrahman El Shirazi. Yah, ceritanya kemungkinan berkisah tentang bagaimana jika seorang muslim mengalami yg namanya jatuh cinta, pikirku waktu itu. Gak ada salahnya ikut nonton, lagipula gratis ^_______^, sayang klo dtolak. Hehehe. Padahal KCB 1 aja belum nonton. “Ceritanya gak terlalu nyambung kok,” kata teman yg sudah nonton KCB 1.

Akhirnya, setelah menonton KCB 2, pelajaran utama yg bisa kuambil adalah : kalau memang jodoh, pasti akan ketemu juga ^_______^…. Meskipun harus berputar-putar, ternyata kembali juga k titik awal. Siapapun jodoh kita, ternyata memang sudah dtetapkan Allah SWT d lauhul mahfuz, dia pasti yg terbaik untuk kita. Seperti apa yg dialami Azzam dan Anna. Menarik sekali ^_______^.

Kalo teman2 sudah nonton KCB 1 pasti udah tahu kan klo Azzam dan Anna sempat sekali bertemu d Mesir. Kalo gak salah d dalam bus, Anna yg pertama menegur Azzam. Azzam memperkenalkan diri sebagai Abdullah (nama lengkapnya memang Abdullah Azzam), kuliah d Al Azhar (seperti juga Anna).  Setelah Anna turun dari bus, ternyata barang bawaannya ketinggalan. Dan akhirnya Azzam mengantarkan barang itu kembali k Anna. Sejak saat itulah, ternyata  ‘cinta’ bersemi d hati masing-masing. Ada ketertarikan, tapi tak pernah terungkapkan. Keduanya, sadar bahwa cinta suci hanya boleh diberikan pada yg berhak menerimanya, setelah akad nikah terucapkan. Hingga akhirnya Anna kembali k Indonesia dan ternyata telah dlamar oleh mahasiswa dari Al Azhar juga, yg bernama Furqon (yg ternyata sahabat Azzam jg… dunia memang sempit ya, hehe).

Nah, kisah KCB 2 bermula dari kepulangan Azzam k Indonesia. Pulangnya Azzam bersama artis bernama Eliana sempat membuat gossip beredar, bahwa Azzam adalah pacar Eliana. Pada dasarnya memang Eliana suka pada Azzam, bermula dari penolakan Azzam utk menerima friendkiss dari Eliana (KCB 1). Keteguhan Azzam pada Islam membuat Eliana jatuh hati, meski bertepuk sebelah tangan. Azzam hanya menganggap Eliana sebagai teman.

Sembilan tahun Azzam tinggal d Mesir, kuliah sambil bekerja (berdagang tempe dan bakso). Ibu dan ketiga adiknya menjadi tanggungan Azzam seorang diri, karena hanya Azzam anak laki2 satu2nya sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia. Salah seorang adik Azzam yg bernama Husna ternyata bersahabat dg Anna.

Tepat saat kepulangan Azzam, Anna datang ke rumah, bermaksud memberikan undangan pernikahannya pada Husna. Saat itulah Anna bertemu Azzam, yg dikenalnya sebagai Abdullah. Seseorang yg pernah ia menaruh hati, ternyata adalah kakak dari sahabatnya yg akan ia undang k pernikahannya sendiri. Azzam sendiri terlihat kaget dan pasrah mendengar Anna akan menikah. Sepotong cinta layu sebelum berkembang.

Anna akhirnya menikah dgn Furqon. Sementara Azzam mulai menyibukkan diri dgn bisnis. Pertama ia mencoba jasa kurir. Dengan sebuah truk dan seorang supir dan kernet, Azzam mengambil barang k Jakarta yg dikirim dari Mesir untuk kemudian diantarkannya k berbagai tempat d pulau Jawa. Namun, karena desakan ibunya,  Azzam mengganti usahanya dgn berjualan Bakso Cinta (baksonya bentuk hati gitu, hehe, ada2 aja).

Mapan. Bisnis Bakso Cinta berjalan lancer, berkembang pesat. Azzam sudah punya mobil sendiri dan sudah membuka cabang di kota lain. Desakan ibu Azzam kini beralih ke masalah jodoh. Azzam pun berusaha mencari ‘peluang’. Usulan Husna yg menawarkan temannya (Rina) sudah ditolak ibunya. Pelajaran bagus buat kita yg belum nikah nih. Ternyata seorang ibu itu sangat memperhatikan tentang calon menantu yg akan menjadi pendamping hidup anak lelakinya. Bibit bobot bebetnya dperhatikan betul. Hehe, ternyata masih ada yg seperti itu. Kenapa Rina ditolak? Karena Rina pernah menginap d rumah dan ‘tertangkap basah’ tidur lagi sehabis shubuh! Wah wah wah… rezeki bisa dpatok ayam, kata ayah Azzam yg masih diingat sekali oleh ibu Azzam. Jadi pesan moral yg harus diingat : hindari tidur sehabis shubuh ^______^. (Kata Rasulullah juga begitu ternyata).

Husna pun berusaha mencarikan jodoh lagi untuk Azzam. Kali ini adik ipar dari temannya, Mila namanya. Sebenarnya Azzam jg pernah dtawarkan seorang bapak yg mengikuti pengajian yg diisi Azzam. Bapak itu memiliki seorang anak yg jg sdh ingin menikah. Melihat cara Azzam menyampaikan materi dgn sangat baik dan bahasanya mudah dipahami, bapak itu memberikan kartu namanya, menawarkan putrinya untuk dinikahi Azzam. Tapi Azzam tidak segera menanggapi tawaran bapak itu. Nah, ini cara lain orang tua mencarikan jodoh utk anaknya. Mencarikan orang yg sholeh (agamanya baik) utk putrinya. Satu pesan moral lagi : kita bisa meminta orang tua untuk mencarikan jodoh yg sholeh utk diri kita.

Kita kembali lagi k usaha Husna men-ta’aruf-kan Mila dgn Azzam. Setelah ditanyakan pada Mila, ternyata Mila setuju untuk menjalani ta’aruf. Sementara Azzam setuju-setuju saja pada usulan Husna. Sayangnya, orang tua Mila yg masih sangat ‘kejawen’, menolak. Alasannya karena Mila anak ketiga sedangkan Azzam anak pertama. Mitosnya, klo anak ketiga menikah dgn anak pertama, salah seorang dari ayah atau ibu pihak perempuan akan meninggal. Gagal sudah upaya Husna yg kedua. Pesan moral ketiga : keluarga yg belum menjalankan Islam dgn ‘kaffah’ (menyeluruh) bisa menjadi penghalang usaha kita untuk menjalankan pernikahan (secara Islami).

Belum patah semangat, Azzam memutuskan untuk mendatangi rumah bapak2 yg pernah menawarkan anaknya pada Azzam. Namun terlambat, sang anak sudah keburu menikah dgn calon yg dicarinya sendiri. Patah sudah semangat  Azzam, ia memilih untuk kembali fokus berbisnis saja.

Sementara Azzam berkutat dalam hal mencari jodoh, Anna sudah mendapat pendamping hidupnya yaitu Furqon. Seharusnya Anna sudah bahagia. Ya, seharusnya. Tapi ternyata, tidak! Selama 6 bulan sejak pernikahannya, Anna tidak sepenuhnya menjadi istri. Furqon ternyata belum ‘menyentuh’ Anna sekalipun. Bukan karena tidak bisa. Ada sesuatu yg membuat Furqon slalu membatalkan niatnya melakukan ‘ibadah’ itu, yg membuatnya menggigil ketakutan dan menjauhi Anna. Ketakutan yg disembunyikannya bahwa ia ternyata pernah divonis menderita HIV. Marah! Anna marah dan sangat terpukul. Anna mendesak Furqon untuk menceraikannya, malam itu juga. Ya, malam itu juga Anna pulang k rumah dengan hati terluka. Esoknya kedua keluarga (dari pihak Anna dan Furqon) bertemu, dan terkejut mendengar pengakuan Furqon yg baru menceritakan bahwa dirinya divonis menderita HIV. Pesan moral keempat : sebelum memutuskan untuk menikahi seseorang, pastikan bahwa ia terbuka ttg kondisi diri dan keluarganya (supaya gak ada masalah d kemudian hari yg mungkin bs memicu perceraian – sesuatu yg sangat dibenci Allah SWT, meskipun diperbolehkan-Nya).

Kembali ke Azzam. Sahabat ayah Azzam (pak de) mencoba membantu Azzam dalam hal pencarian jodoh, mengenalkan keponakannya (lupa namanya, yg main asmiranda da’. Subhanallaah,, cantik banget asmiranda pake jilbab! Kayak bidadari turun ke bumi… ckckckck) yg seorang dokter.

Kali ini, lolos! Ta’arufnya lancaaar ^______^. Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan k proses khitbah (melamar). Sementara itu, Husna juga dilamar oleh sahabat Azzam (yg diperankan oleh dude herlino… lupa euy namanya).

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, keluarga Azzam hendak melangsungkan 2 pernikahan sekaligus (Azzam dgn Asmiranda, Husna dgn Dude Herlino). Ibu Azzam sangat bersemangat dan antusias, bahagia sekali perihal pernikahan kedua anaknya. Ingin semua cepat beres. Undangan sudah dicetak, tinggal disebar . Tinggal mencari ustadz yg bisa memberikan tausiyah pernikahan. Azzam mengusulkan ustadz dedi mizwar (lupa nama peran yg dmainkannya euy, hehe), ayah Anna. Langsung setuju, Ibu Azzam mendesak untuk k rumah beliau saat itu juga. Di luar, cuaca buruk, hujan turun dengan derasnya. Motor Azzam menerobos hujan, membonceng ibunya menuju rumah Anna.

Di rumah ada Anna yang langsung membukakan pintu, terkejut mendapati Azzam dan ibunya berbasah kuyup, ia mempersilahkan mereka duduk sementara ia bergegas memanggil ayahnya d masjid. Begitu bertemu, disampaikanlah maksud kedatangan, untuk meminta ustadz menjadi pemberi tausiyah setelah akad nikah. Merasa tak pantas, ustadz menolak, tanpa memberi tahu alasan. Beliau mengusulkan nama lain yg dianggap lebih pantas memberi tausiyah. Ibu Azzam terus membujuk, terus berharap. Tapi tak mungkin menerima, pikir ustadz. Azzam pun mengajak ibunya pulang, kembali berderas-deras hujan dgn hati yg kecewa.

Pertanyaan Anna, ‘kenapa ayah tega menolak permintaan mereka yg sdh bersusah payah datang berhujan-hujan?’, dijawab dgn lunglai, ‘apakah pantas seorang yg tak bisa mempertahankan keutuhan keluarga anaknya memberikan tausiyah pernikahan? Itu namanya kaburo maqtan indallaahi, antaquulu maalaa taf’alun (amat besar kebencian d sisi Allah, bahwa kamu mengatakan apa-apa yg tiada kamu kerjakan — QS. As Shaff (61) : 3).

Basah. Hujan masih turun dengan deras. Azzam menggigil, jalanan berkelok-kelok tampak kabur di depannya. Sebuah truk, di kelokan, menyalip mobil d depannya, tidak melihat ada motor dari arah yg berlawanan, motor Azzam dan ibunya! Tak terhindarkan, motor itu ditabrak! Azzam terpental, kakinya menghantam batu d pinggir jalan. Ibunya…. (Sungguh, tak ada seorangpun yg tahu di bumi mana ia akan mati).

Di rumah sakit…

Tak sadarkan diri, kaki Azzam divonis patah dan harus segera dioperasi. Husna dan adiknya yg kedua, berpelukan, menangis sesenggukan, menyadari bahwa mereka kini tak punya orang tua lagi. Ibunya harus segera dikuburkan, Azzam harus segera dioperasi (kondisinya kritis). Husna memilih untuk menemani Azzam d rumah sakit, berjaga-jaga kalau Azzam sadar. Begitu sadar, Azzam menanyakan kodisi ibunya yg hanya dijawab Husna yg berusaha tegar, ‘ibu sudah tidak apa2, ibu sudah tenang di tempatnya. Mas tenang aja. Kaki mas harus segera dioperasi’,…. Pesan moral : berbohong utk kebaikan lebih baik daripada memberitahukan kebenaran yg justru akan memperburuk keadaan. Hiks,, pastinya berat banget ya ngomongnya.

Seusai operasi, keluarga Asmiranda datang menjenguk…

Asmiranda tak dapat menahan diri menangis melihat kenyataan bahwa Azzam celaka dan patah kakinya. Azzam sadar, tak mungkin melangsungkan pernikahan dalam kondisi seperti itu. ‘Pada dasarnya ikatan kita bukan ikatan pernikahan. Sebagai seorang dokter, kau pasti lebih paham berapa lama kakiku akan sembuh. karena itu kubebaskan kau untuk menikah dgn laki2 lain kalau kau tak sabar dalam masa penantian’. Pesan moral : ikatan d luar pernikahan (pacaran bahkan lamaran!) tidak seharusnya dijadikan ‘pembenaran’ untuk ‘mengikat’ orang lain yg belum tentu menjadi istri/suami kita; kembalikan semuanya pada Allah SWT (definisi ikhlas nih).

Azzam pun menjalani rehabilitasi. Perlahan-lahan ia latihan berjalan dgn kruk, hingga akhirnya beberapa bulan kemudian ia dapat berjalan kembali seperti semula. Masih ingat pak de? Ya, sahabat ayah Azzam yg mengenalkan Asmiranda pd Azzam. Beliau datang, suatu hari, dgn sebuah surat dari Asmiranda. Isi surat itu ternyata adalah kabar bahwa ia sudah menikah dgn orang lain yg dipilihkan oleh orang tuanya, ‘bersama surat ini, kukembalikan cincin yg mas berikan saat khitbah.’ Berusaha menyemangati, adiknya berkata, ‘pasti ada perempuan yg lebih cocok memakai cincin milik ibu ini mas.’Kembali bersemangat, Azzam memutuskan untuk menemui ustadz Dedi Mizwar, ‘pak kyai kan punya banyak santri. Mungkin saja ada yg menurut pak kyai cocok dgn mas.’

Yah, kita hampir menuju endingnya. Bisa nebak endingnya gimana? ^______^

Yah, akhirnya Azzam mengutarakan niatnya utk mencari jodoh dgn bantuan ustadz dedi mizwar (karena Asmiranda ternyata sdh menikah dgn orang lain). Sementara itu, Anna mencuri dengar pembicaraan mereka dari ruang sebelah, tampak berharap cincin itu dipakaikan di tangannya.

Berpikir, Ustadz Dedi Mizwar akhirnya berkata, ‘Maukah kamu mendengar suatu kisah. Ini kisah nyata. Tentang seorang gadis yg sholehah. InsyaAllah sholehah. Gadis ini sangat takut pada Tuhannya. Sangat cinta pada nabinya. Sangat bangga pada agamanya. Suatu hari, gadis itu menikah. Seharusnya ia bahagia, tapi ternyata suaminya tidak pernah menyentuhnya. Akhirnya ia memutuskan untuk berpisah. Ia masih gadis yg suci. Seandainya kamu kunikahkan dgn gadis ini, kamu bersedia?’

‘Kalau menurut pak kyai ia cocok dgn saya, saya bersedia pak kyai,’

‘benar kamu bersedia? Kalau benar, kamu datang ba’da maghrib, hari ini. Kunikahkan kalian dgn jama’ah sholat sebagai saksinya…’

‘ya pak kyai, saya bersedia. Tapi kalau boleh saya tahu, siapa nama gadis itu dan dimana dia sekarang?’

‘gadis itu bernama, Anna…’

Dan sepotong cinta tumbuh kembali. Azzam bertasbih-bertahmid, Anna menangis dan langsung bersujud (sujud syukur). Dua harapan bertaut kembali… subhanallah… Alhamdulillah… Allahuakbar!

Dan ba’da maghrib itu, masjid pak kyai syahdu. Azzam mengucapkan ijab qabul, memperistri Anna yg dulu pernah singgah di hatinya. Namun ia halau dan tak dibiarkannya berkembang, karena Allah belum menghalalkan untuk-Nya. Dan ternyata, tekad Azzam menjaga hatinya karena Allah dan tekad Anna menjaga hatinya karena Allah berbuah manis. Mereka dipertemukan Allah dalam bahtera pernikahan yg suci, menaungi cinta suci yg kini halal untuk mereka berdua. (lagu Melly Goeslaw yg liriknya ‘aku hanya ingin cinta yg suci…’,pas banget sama film ini ^_______^).

Subhanallah…. Pelajaran moral yg terpenting : sesungguhnya Allah telah menetapkan untuk kita, pasangan kita. Sesuai diri kita. Sesuai ketaatan kita pada Allah, Rasul-Nya, dan diin (Islam) ini. Semoga kita bisa mempersiapkan diri kita sendiri, sebelum tiba saatnya kita dipertemukan dgn jodoh yg telah ditetapkan-Nya, ya ^_______^.

Wallahua’lam bishshowwab.

Waaah… panjang juga yaaa. Nulisnya juga lama, 3 jam-an euy, hehehehe. Punten ya bahasanya belepotan. Smg nanti bisa nonton filmnya langsung ya. Saya sampe nangis2 lho nontonnya, hehehe. Empat jempol deh buat KCB 2 (2 jempol lagi minjem orang lain :p). Smg bermunculan lagi film2 Indonesia yg berkualitas dan mengandung pesan moral – pesan moral yg bermanfaat buat penontonnya… aamiin.

Tag:

sms idul adha update

Posted by: 37degree on: Desember 4, 2009

bismillah,,,

alhamdulillah tahun ini dapat beberapa sms lebaran kurban yg bs dshare ^^, kali ini banyak versi seriusnya,,,

1. Di Idul Adha ini ada jutaan kambing & sapi teal rela berkorban untuk manusia. Kini mereka sedang menanti kerelaan manusia untuk berkorban, menyembelih nafsu kebinatangan yg bercokol di tubuh ini. Sudahkah kita melakukannya? Andai belum, maka sebenarnya siapa yg lebih mulia di Idul Adha ini… manusia atau mereka (kak Ryan)

2. Seperti Ibrahim, manusia penuh dedikasi, kisah hidupnya membentang sepanjang sejarah. Bintang kehormatan sebagai kekasih Alla pun tersemat pada namanya. Layaknya Hajar, wanita tegar penuh cinta, hingga jejak kasih sayangnya abadi dalam mata air zam2. Menjadilah sesabar smail, hingga kesabarannya pun mendapat sanjungan dari langit. Met Idul Adha (Khadafi)

3. Pengorbanan sejatinya ketika harta, keluarga, dan jiwa diserahkan untuk Allah, Rasulullah SAW telah mengajar kita arti kurban sebenarnya. Kesyahidan itulah puncak tertinggi dlm pengorbanan di jalan Allah. Niatkanlah untuk mendapat syahadat di akhir nafas qt.  (mbak Emi)

4.  ((___))

‘(  +    +  )’–.–.–.–.–.,

(       )         “    @     ‘:_/’+

*            ‘- i – i – :_:’

Nih aku sapibuat saudariku,,,,

tapi sayang gak bisa dipotong utk qurban,  hehehehe

happy ied Mubarak (Aji)

Jangan memaksakan diri jadi dewasa

Posted by: 37degree on: November 17, 2009

Ketika kita melihat orang lain lebih baik dari kita, biasanya kita membandingkan diri kita dengannya. Apa yang kurang, apa yang lebih. Bagus kalau kita jadi tahu kekurangan diri dan mengupgrade diri di sisi itu, dengan bersemangat! Sebaliknya, kalau jadi rendah diri, karena ada banyak kekurangan diri yg ternyata dimiliki orang lain, itu yg salah.  Bahkan merasa, ‘belum juga tumbuh dewasa’ (padahal usia sudah kepala berapa ^^).

Setiap orang dewasa dengan caranya sendiri. Ada yg cepat jadi dewasa. Ada yg lambat. Setiap orang tumbuh dewasa dengan cara yg berbeda. Karena setiap orang itu special, unik. Setiap orang berbeda, pasti berbeda. Kita mungkin lahir di tahun yg sama, jam yang sama, menit yang sama, bahkan detik yg sama; tapi kita tumbuh dgn cara masing2. Menjadi manusia yg berbeda.

Setiap orang lahir dari orang tua yg berbeda. Ada yg tinggal di kota, ada yg di desa. Ada yg bersekolah, ada yg tidak bersekolah. Bahkan yg tinggal di kota yg sama atau bersekolah di sekolah yang sama pasti ada yg berbeda. Berbeda jalur pulang, berbeda geng bermain, berbeda peringkat kelas, berbeda ekskul, berbeda usia, berbeda penghasilan orang tua. Setiap orang bertemu dengan hal yg berbeda bahkan setiap detiknya. Mungkin di suatu hari dua orang bisa berkumpul bersama, makan bersama, berpakaian dgn warna sama (karena janjian sebelumnya pake dresscode yg sama) dan lain-lain dan lain lain, tapi setelah itu, sebelum itu, bahkan saat itupun satu orang bisa merasakan, melihat, mendengar, berpikir hal yg berbeda. Tak mungkin ada manusia yg sama persis. Bahkan saudara kembar identik sekalipun. Karena itu, tak ada manusia yg dewasa bersama-sama. Maka, tingkat kedewasaan setiap orang pasti berbeda, satu dgn lainnya.

Tapi kita memang harus dewasa. Memang harus. Mendewasakan diri itu harus. Mendewasakan diri itu keharusan bagi setiap orang yang memilih untuk jadi dewasa. Kita sebenarnya tidak tumbuh dewasa dgn sendirinya. Sejatinya, kita menumbuhkankan diri untuk dewasa. Kita memilih untuk jadi dewasa. Kita memilih, menjadi dewasa seperti apa.

kita memilih menjadi dewasa seperti apa

Mendewasakan diri, artinya menumbuhkan kedewasaan pada diri sendiri. Bukan pada diri orang lain, betul kan ya? Maka kurang tepat rasanya kalau kita membandingkan kedewasaan diri kita dengan orang lain. Yang tepat adalah membandingkan diri kita di saat ini dengan diri kita di saat yang lalu. Apakah ada perubahan? Lebih baik atau sama saja atau lebih buruk? Kalau lebih baik, berikan pujian pada diri dan bertambah semangat untuk meningkatkannya lagi. Kalau sama saja, evaluasi hal-hal yg bisa memompa semangat untuk meningkat di masa depan, tetap semangat! Kalau lebih buruk, kasihani diri (cintai diri) – evaluasi lebih dalam, apa yg salah – sembuhkan diri, motivasi diri untuk bangkit lagi – tekad untuk lebih baik ladi d masa datang.

Sampai kapan harus seperti itu? Sampai kita sudah dewasa. Kapan kita sudah dewasa? Hm, ketika kita sudah bisa melakukan hal2 di atas, dan bersabar untuk tetap melakukannya, itu satu tahap menuju kedewasaan. Mungkin, ketika pengetahuan kita tentang hidup ini telah sempurna, maka kita bisa disebut dewasa. Yang jadi pertanyaan adalah: kapan pengetahuan kita ttg hidup dikatakan sempurna?

Jawabannya, sepertinya, tidak akan pernah. Pengetahuan manusia tentang hidup ini tidak akan pernah sempurna.  Kata Anis Mata,”hidup adalah lukisan yang tak pernah selesai”. Setiap saat bermunculan hal-hal baru di dunia. Bayi-bayi lahir, teknologi baru ditemukan, ilmu-ilmu berkembang, teori lama menggantikan teori baru, dan lain-lain dan lain-lain. Semuanya adalah fakta-fakta baru yang akan merekonstruksi pengetahuan kita sebelumnya. “Kebijaksanaan terbentuk dari akumulasi informasi (fakta) yang membentuk pengetahuan kita tentang hidup. Karena sifatnya yang akumulatif, maka kesadaran hidup kita tidak akan pernah bisa terbentuk seketika. Karena tidka terbentuk seketika, maka sikap hidup kita juga berubah dari waktu ke waktu,” begitu menurut Anis Mata.

Karena pengetahuan kita tentang hidup tidak akan pernah sempurna, maka proses pembelajaran tidak boleh selesai. Kita memang tidak boleh memaksakan diri jadi dewasa, tapi kita harus terus belajar untuk mendewasakan diri.

(dipersembahkan untuk diri sendiri)

Belajar Nyebrang Jalan dari si Kabayan

Posted by: 37degree on: November 16, 2009

“Hidup itu ibarat menyebrang jalan,” begitu pesan seorang ustadz yang kudengar saat acara halal bihalal Lebaran yang diselenggarakan di RW-ku, RW 10 Kelurahan Tamansari. Saat kita mau menyebrang jalan, seperti apa sih tingkah laku kita? “Yang pasti, jangan menyebrang jalan seperti si Kabayan,” katanya lagi. Memang bagaimana cara Kabayan menyebrang jalan?

trafficlights

Alkisah, suatu hari si Kabayan pergi ke kota dan hendak menyebrang jalan. Sepertinya untuk pertama kalinya, sebab Kabayan bingung untuk menyebrang di jalan seramai itu. Kendaraan lalu lalang, terus menerus. Pertama kali juga ia melihat yang namanya lampu lalu lintas. Diamlah ia di bawah lampu lalu lintas itu, berdiri memperhatikan. Lampunya berubah-ubah warna. Pertama “hijau”: kendaraan lalu lalang. Berganti “kuning”: kendaraan ambil ancang-ancang (beberapa bukan untuk berhenti, tapi justru ngebut biar gak kena lampu merah). Lantas “merah”: tepat di zebra cross, kendaraan-kendaraan mengerem. Si Kabayan, melihat fenomena itu sepertinya belajar sesuatu, kendaraan-kendaraan itu berhenti karena lampu-lampu itu. Pintar ya.

Beberapa saat kemudian, lampu berubah warna lagi, hijau – kuning – merah – hijau – kuning – merah, tapi si Kabayan masih tetap diam, belum juga menyebrang. Tetap diam di bawah lampu lalu lintas itu. Terus memperhatikan. ‘Tap-tap-tap’, langkah kaki seorang polantas mendekati si Kabayan. “Bapak teh mau nyebrang? Kumaha (kenapa) masih di sini terus?” dengan heran pak polntas bertanya. “Eh, punten (maaf) pak, saya belum nemu warna yg cocok euy.” Ealaah  ^____^.

“Nah, begitu juga hidup, ibarat menyebrang jalan. Harus tahu aturan (hidup), supaya gak bingung.” Jelas pak ustadz. Dan aturan hidup seorang muslim itu ada di mana? Betul sekali: Al Qur’an dan Al Hadist.

Lha, si Kabayan teh aneh pisan,,, di Indonesia kan warna lampu lalu lintas kan cuma 3. Klo lampu lalu lintas seperti yg di bawah ini, mungkin kita baru bisa milih warna yg cocok (dengan kepribadian kita)? Sok mangga, dipilih dipilih, sayang anak2 sayang anak,,, Hehehehe,,,

traffic_light_tree

 

akhirnya di Bandung lagi,,,

Posted by: 37degree on: Mei 26, 2009

Setelah dua bulan kembali ke kampung halaman, akhirnya saya kembali ke Bandung lagi. Tapi kali ini cuma sebentar, ada niat kuliah lagi, sekarang usaha dulu nyari beasiswa. Soalnya kalau biaya sendiri, gak sanggup euy :D

Mohon doanya ya…

Btw,, sekarang jarang nulis, karena akses internet di Mataram, kota kelahiran dan ‘kebesaran’, susah dijangkau,,, kembali ke Bandung, ngenet bisa berlama-lama di kampus tercinta,, hehehe

I still have a lot of things to do
so,, I think it is enaugh for this time
Hope I could write something next time

Cinta Yang Sempurna

Posted by: 37degree on: Februari 21, 2009

hanya ada satu Cinta Yang Sempurna, Cinta-Nya

Terbawa aku dalam rasa
Yang selama ini tak lupa
Mungkinkah ini cinta?

Hatiku coba tuk mencari
Kemana aku telah pergi

Mungkin semua ini mimpi
Hanya ilusi
Cinta yang menipu
Keindahan yang semu
Semua hanya palsu
Keindahan yang semu
Semua hanya palsu

Reff:
Bawa aku kepada-Mu
Keindahan yang tak semu
Peluk aku jangan pernah
Kau biarkan ku terlupa pada-Mu
Kasihku tempatku mengadu
Takkan ada cinta yang bisa sempurna
Selain kepada-Mu, kepada-Mu

Hanya ilusi
Cinta yang menipu
Keindahan yang semu
Semua hanya palsu
Keindahan yang semu
Semua hanya palsu

Back to Reff 3x

i love this song ^^,, 6ixth Sense Feat Noe Letto
Judul Lirik Lagu: Cinta Yang Sempurna,, thanks to mbak Upe

selalu ada jalan pulang

Posted by: 37degree on: Februari 21, 2009

Kadang kita merasa, bahwa diri merasa sangat hina karena sudah terlalu banyak lupa atau terlalu sering lalai. Dan kita merasa tak pantas ‘mendekat’ pada Allah. Padalah sungguh, Allah rindu pada orang-orang yg berpaling. Rindu agar kita kembali pada-Nya.

Kepada Daud as, Allah berfirman, “Andaikan orang-orang yg berpaling dari-Ku mengetahui kerinduan-Ku atas kembalinya mereka dan cinta-Ku akan taubatnya mereka, niscaya mereka akan meleleh karena rindunya mereka kepada-Ku. Wahai Daud, demikianlah cinta-Ku kepada orang-orang yg berpaling, maka bagaimanakah cinta-Ku kepada orang-orang yg datang kepada-Ku?”

Kadang kita merasa, bahwa diri tak pantas lagi meminta sekedar ampunan. Karena sudah terlalu banyak dosa. Padahal Allah sungguh membela manusia di hadapan para Malaikatnya, bahkan.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa ketika seorang hamba yg berlumuran dosa menengadahkan tangannya ke langit sambil berkata, “Wahai Tuhanku.” Maka malaikat buru-buru menghalangi suara orang itu agar tidak terdengar sampai ke langit. Begitu si hamba mengulanginya, “Wahai Tuhanku,” malaikat kembali menghalangi suaranya. Pada kali ketiga ia meminta, “Wahai Tuhanku,” malaikat tetap menutupi suara itu. Sampai pada panggilan keempat, Allah berfirman,

“Sampai kapan kalian menghalangi suara hamba-Ku untuk sampai kepada-Ku? Aku penuhi panggilanmu wahai hamba-Ku. Aku penuhi panggilanmu wahai hamba-Ku. Aku penuhi panggilanmu wahai hamba-Ku. Aku penuhi panggilanmu wahai hamba-Ku.”

Allah kemudian berfirman, “Wahai anak Adam, aku telah menciptakanmu dengan tangan-Ku, Aku bimbing engkau dgn nikmat-Ku, tetapi engkau menyalahi Aku dan bermaksiat kepada-Ku. Jika engkau kembali kepada-Ku, maka Aku terima taubatmu. Dimanakah engkau bisa mendapatkan Tuhan seperti Aku? Akulah Dzat yg Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Allah juga berfirman, “Wahai hamba-Ku, Aku telah mengeluarkan kalian dari tidak ada menjadi ada, Aku menciptakan untukmu pendengaran pengelihatan, dan pikiran. Wahai hamba-Ku, aku tutupi aibmu tetapi engkau tidak sedikitpun merasa takut pada-Ku. Aku senantiasa mengingatmu tetapi engkau melupakan-Ku. Aku malu kepadamu tetapi engkau tidak pernah merasa malu kepada-Ku. Siapakah yg lebih besar kasih sayangnya daripada Aku? Siapakah yg pernah datang mengetuk pintu-Ku lalu Aku tidak membukanya? Siapakah yg meminta kepada-Ku yg tidak Aku beri? Apakah aku ini Dzat yg Bakhil sampai hamba-Ku begitu bakhilnya kepada-Ku?”

Allah juga berfirman, “Sungguh, Aku mendapati diri-Ku sangat malu pada hamba-Ku yg mengangkat kedua tangannya sambil berkata, “Ya Tuhanku, Ya Tuhanku,” lalu Aku menolaknya. Para Malaikat berkata, “Wahai Tuhan kami, dia itu tidak pantas untuk diampuni.” Lalu aku berfirman, “Tapi aku Maha Pemberi takwa dan Maha Pengampun, karena itu Aku persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku.”

(dikutip dari Tarbawi Edisi 177 Th.9 Rabi’uts Tsani 1429H / 9 April 2008)

ternyata selalu ada jalan pulang kembali kepada-Nya…

long-road

aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Posted by: 37degree on: Februari 21, 2009

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada

(Sapardi Djoko Damono)

indah banget puisi ini,,,

dan ternyata,,, Sapardi Djoko Darmono (SDD) itu juga berzodiak aries seperti saya ^^ (narsis mode: on),,, beliau lahir tanggal 20 maret. begitu juga Helvy Tiana Rosa (2 April).

Hmm,, sepertinya memang benar ya, ‘masyarakat’ aries itu ketertarikannya pd ‘untaian kata-kata berirama’ itu tinggi ^^

aku memang ditakdirkan jadi penjahat

Posted by: 37degree on: Februari 20, 2009

Sudah sebulan lamanya laki-laki itu mendekam di penjara. Ia ditangkap polisi saat sedang melakukan aksinya, menjual ganja. Kali itu ia salah sangka, terjebak polisi yg menyamar jadi pembeli. Seperti biasa, ia tak menaruh curiga, pada lelaki bertampang preman yg menanyakan padanya tentang tempat membeli ganja yg bagus. “aku bayar mahal,” kata polisi itu, dan ia percaya saja.

Ia tak menyangka akan berakhir seperti ini, mendekam di penjara. Terancam hukuman penjara 10 tahun. Matanya nanar, dalam gelapnya sel yg dihuninya seorang diri itu. “Aku memang ditakdirkan jadi penjahat, ” gumamnya pelan sambil mondar mandir di dalam sel.

Ia terbayang wajah istri dan anaknya semata wayang yg datang menjenguknya pagi tadi. Ada gurat kecewa dalam wajah sang istri yg tidak pernah menyangka bahwa uang belanja yg diterimanya setiap bulan adalah hasil dari pekerjaan haram. Menjual ganja!

“apa yg kau harap dengan memberi kami makan dari uang haram?!”

Terngiang kata-kata istrinya di telinga. Terus terngiang, semakin keras, berulang-ulang. Sampai ia jejalkan telapak tangannya pada telinganya, berharap tak lagi mendengar suara itu yg membuat dunia di matanya berputar-putar.  Laki-laki itu jatuh terduduk di lantai sel yg dingin. Lemas….

“diam! diam! diaaam! aku memang ditakdirkan jadi orang jahat! jangan salahkan aku! Tuhan tak pernah ingatkan aku. Ia yg ingin aku jadi seperti ini….”

Malam itu, langit tanpa rembulan. Di dalam sel yg gelap, sesosok lelaki tergugu di lantai. Laki-laki yg menyalahkan Tuhan, karena nasibnya yg malang.

( – mungkin – bersambung… ^^)

nah,, ini ceritanya mau dikembangkan jadi cerpen,, tampak seru kalo dibuat cerpen bersambung. ada yg tertarik? silahkan teman2 yg ingin menyambung cerpen ini, hingga nanti kita dapat satu buah cerpen karya kita bersama ini,, syaratnya : mengacu pada judul dan paragraf2 sebelumnya, jgn melenceng terlalu jauh ya. Inti dari cerpen ini sebenarnya ttg butanya mata hati kita dari melihat ‘tanda2 Cinta’ Allah. Merasa tak pernah di’selamatkan’ oleh Allah, tak pernah diseru pd kebenaran, tak pernah diberi hidayah. Padahal tanda2 itu tersebar dimana-mana dan hidayah itu sesungguhnya ‘diupayakan’.

ok,, let’s start!

(saran lain dipersilahkan,, monggo,,)

jangan panggil aku ‘tuan’

Posted by: 37degree on: Februari 20, 2009

sosok itu lama terdiam, hingga akhirnya keluar juga sepatah kalimat. tegas tapi mantap, “jangan panggil aku ‘tuan’!”

kenapa?

karena sosok itu perempuan :D

(garing mode: on)

kalender…

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

selamat datang sahabat, anda pengunjung ke

  • 9,390 kali

kategori tulisan

arsip tulisan

Tausiyah hari ini

bergantunglah hanya pd Allah... ketika hati bergantung pd selainNya, bersiaplah utk kecewa

kenal lebih dekat…