Hari Itu

Hari itu aku memberanikan diri, menjemput satu takdir yg telah Allah siapkan untukku. Apakah ini tempat terbaik itu, atau sekedar persinggahan sementara yg akan menjadi sekedar batu loncatan ke tempat yg lebih tinggi? Aku tidak tahu. Aku tidak berusaha lagi menerka-nerka yg membuat langkahku ragu. Aku sudah cukup lama berdiam diri.

Beberapa hari sebelum hari itu aku sempat takut, haruskah kesempatan ini kuambil atau kulepaskan saja karena tak pantasku? Apa aku mampu? Sahabat baikku berkata, “tentu kamu bisa.. segala sesuatu terjadi karena ada alasannya. kamu memilih, diterima, pintu terbuka, Allah tahu kamu mampu. Bismillah, menuju takdir lainnya”. Seperti ada angin segar ketika membaca sms dari sahabatku. Beban berat di pundakku terasa lebih ringan. Ya, kenapa aku harus takut menjemput takdir yg Allah pilihkan untukku, kalau aku tahu, bahwa selalu ada kebaikan di balik apa yg Allah pilihkan untuk makhluk-Nya. Bismillah, menuju takdir lainnya.

Sesadar-sadarnya aku, masih sangat kurang ilmu, hari ini baru kusadari lagi, betapa menariknya berada di tempat seperti ini. Belajar dan belajar lagi, meski bukan dari apa yg diri sendiri temukan. Dulu aku sangat takut akan penerimaan dan penilaian orang lain. Tapi aku tidak boleh lagi seperti itu. Aku teringat nasehat ayah salah seorang sahabat baikku yg lain, yg intinya, aku tak pantas utk takut (salah). Aku harus terus berusaha memberikan apa yg aku bisa.

Aku sadar salahku dimana, kenapa bisa ada perasaan seperti itu muncul dan menggerogoti keberanianku. Aku sendiri yg belum bisa menerima keberadaan diriku dengan segala kurang dan lebihnya. Akulah yg belum menerima diriku sendiri. Aku terlalu memaksakan diri utk terlihat sempurna, padahal aku manusia yg tak mungkin sempurna dan tak boleh salah.

Mungkin di tempat ini, di manapun.. akan ada banyak orang lain yg lebih berpengalaman, ada banyak yg lebih tahu. Kini aku harus selalu mengingatkan diri sendiri: tidak apa-apa untuk salah, tidak apa-apa tidak banyak tahu, tidak apa-apa menjadi yg paling ‘bodoh’ sekalipun, asalkan mau terus belajar.. belajar memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Dan ternyata, selain itu, aku juga harus belajar untuk saling meneguhkan hati, belajar berbagi, belajar berbicara dari hati ke hati, belajar menemani.. belajar menjadi bermanfaat untuk orang lain.

Ya, di sini, hari itu, aku putuskan akan belajar lagi. Masa depan entah seperti apa, belum jelas terbayangnya. Untuk pembelajaran yg Kau berikan hari itu, hari ini, esok hari dan esoknya lagi.. bismillah, yakinkan hati ini, Tuhan, agar tidak ragu menjemput takdir lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s