Jika kita tidak bertemu

Hai, apa kabarmu saat ini? Kudengar kau sudah berbahagia sekarang. Dari mana aku tahu? Bukan dari orang lain. Tapi dari hatimu yang berbisik pada angin di senja hari, mengetuk jendela rumahku di balik bukit yg tak pernah bisa kau datangi. Aku senang kau sudah menemukan mutiara yg sejak lama kaucari. Harusnya kau pasti sangat bahagia sekarang.

Entah kenapa masih ada titik-titik air ikut terbawa angin yg harusnya sudah habis jatuh di kaki bukit itu. Dan langitpun belum lagi berbintang. Masih adakah tanya yang belum sempat terjawab?

Seperti yang kita selalu yakini, Tuhan mempertemukan orang-orang baik. Namun (katanya) hanya satu yang tepat dan sisanya hanya ujian. Aku tidak menyesal bertemu denganmu. Apakah kau menyesal bertemu denganku? Mungkin aku memang hanya ujian untukmu. Seperti juga dirimu untukku.

Terimakasih. Karena jika kita tidak bertemu, aku tak akan paham makna kalimat itu.

Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s