Uang Bukan Rezeki

Bahasanya beuraaat tapi garing tapi berisi dan pastinya menyadarkan diri.

Ijin reblog 🙂

Usual Storyline

Konsep rezeki secara umumnya memang lebih ” bias ekonomi”, perspektif ekonomi jauh lebih dominan dibanding ekologi. Bias ekonomi ini bisa dimaklumi, karena memang manusia modern bertahan hidup ( survival) dengan medium alat tukar berupa uang ( bank notes), yang sebenarnya adalah sebuah surat hutang.

Secara pengalaman empiris, lebih mudah memang untuk seorang manusia, survival di area rural, atau hutan gunung, dibandingkan di area urban perkotaan, yang untuk kencing atau berak sekalipun, manusia butuh uang untuk bisa masuk kamar kecil.

Sebenarnya, jika saja manusia mampu meluangkan waktu sejenak untuk mendalami perspektif ekologi, dan agak sedikit menjauh dari perspektif ekonomi, maka ada banyak, berlimpah ruah, berbagai rezeki yang membuat manusia bisa survival di Planet Bumi. Hanya saja, mendalami ukuran- ukuran rezeki ekologis ini memang sebuah jalan sunyi nan temaram, jauh beda dengan ukuran- ukuran rezeki ekonomis yang riuh rendah dan hingar bingar penuh gemerlap cahaya.

Setiap menit, setiap manusia hidup di…

Lihat pos aslinya 1.514 kata lagi

Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s