Benar vs Salah

Lebih baik Benar – Salah daripada Salah – Salah

Kalimat di atas adalah satu pesan Pak Mario Teguh dalam acara Golden Ways pekan lalu. Agak membingungkan ya? 🙂

Intinya adalah: lebih baik kita berpikir benar, daripada berpikir salah. Konteks kalimat ini maksudnya dalam berpikir sesuatu tentang orang lain. Contohnya, kita berprasangka bahwa orang itu orang baik, maka kalau kita salah sangka tidak apa-apa. Daripada kita berprasangka seseorang itu orang tidak baik, padahal sebenarnya dia orang baik.

Dalam Islam, kita dianjurkan untuk berprasangka baik pada saudara kita. Itu hal paling dasar dari tingkatan persaudaraan dalam Islam, berbaik sangka (husnudzan). Sedangkan buruk sangka (su’udzhon), sebaiknya dihindari. ‘Ketika ada satu prasangka buruk muncul, segera buat seribu satu alasan untuk menyangkalnya’, kata seorang teman.

Kalau di tingkatan terendah saja masih sulit, sepertinya mustahil bisa sampai ke tingkatan paling tinggi dalam ukhuwah Islamiyah, yaitu: Itsar (mendahulukan kepentingan saudara kita di atas kepentingan diri sendiri).

Kenyataannya, setiap kita punya kekurangan. Tapi di sisi lain, setiap kita juga punya kesempatan untuk memperbaiki diri, menjadi orang yang lebih baik lagi. Itu yang lebih penting. Dan segalanya dimulai dari diri sendiri, karena orang lain adalah cermin dari diri kita sendiri.

Let’s change!

Iklan

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s