Kematian Itu… Dekat

‘Na, untung ya, tadi selokannya gak ada airnya…,’ terbayang kejadian siang hari tadi yang memalukan sekali, aku terperosok jatuh ke dalam selokan! Tambah untung lagi karena gak ada orang lain yg melihat kejadian itu, sebab hujan deras sempat mengguyur Bandung sebelum itu, menyebabkan orang2 memilih berteduh daripada jalan2 tanpa payung, menerobos hujan, seperti yg kami lakukan.

‘iya, untung, ya,’ jawab nana, teman sekosan yang mengajakku ke pasar baru siang itu. Untung Nana jalannya di belakangku, jadi aku yg jatuh, bukan nana :D.

‘aku merinding aja…, kebayang kejadian yg mirip kayak gini, inget gak?’ aku mencari pembenaran dari apa yg kurasakan.

‘oh, yg jatuh ke selokan dan meninggal itu kan. Itu juga kejadiannya katanya pas bulan Ramadhan lho.’

Terpampang lagi selebaran yg dulu pernah kubaca tentang berita mengenaskan itu. Terjadi beberapa tahun yg lalu, di Kota Bandung.

Seorang gadis berjalan bersama seorang teman lelakinya di pinggir jalan, sekitar daerah UPI. Si lelaki berjalan di depan, sementara si gadis berjalan di belakangnya. Hujan deras beberapa waktu sebelumnya menyebabkan air memenuhi selokan sampai ke atas permukaan jalan, bahkan menyebabkan penutup selokannya tertutupi limpahan air hujan yang menggenang.

Mereka berjalan tenang saja di atas penutup selokan, tanpa tahu bahwa ada salah satu bagian selokan yg terbuka, bolong, tanpa penutup. Terus berjalan dengan rasa aman, sampai kemudian si lelaki menoleh ke belakang,mencari si gadis yg suaranya tiba-tiba menghilang. Dan benar-benar hilang….

Beberapa waktu kemudian, si gadis diketemukan di ujung selokan tadi dengan kondisi sudah tidak bernafas lagi. Rupanya, si gadis terjatuh ke dalam lubang selokan, lantas terseret arus air hujan yang begitu deras di dalam selokan dan tenggelam. Tragis.

Innalillahiwainnailaihiroji’un.

Kematian itu ternyata begitu dekat dan gak terduga. Salah satu dari takdir-Nya yg sudah ditetapkan kapan, tapi gak pernah diberitahukan-Nya pada manusia.

Kematian itu pasti datang, siap ataupun gak siapnya kita. Kematian gak mengenal tua atau muda. Yang ada hanya istilah, sisa jatah usia kita di dunia (dan kita gak pernah tahu sebanyak apa). Ada yg meninggal saat usia tua (kakek dan nenek kita contohnya), ada yang meninggal saat remaja (adik kelas di sma yg meninggal karena kecelakaan motor), ada juga meninggal saat masih bayi (anak2 yg diaborsi oleh orangtuanya sendiri).

Alhamdulillah, dengan jatuhnya aku ke selokan, ternyata bukan hanya pelajaran tentang ‘lain kali lebih hati-hati’ yang kudapatkan.. hari ini aku juga dapat ‘sentilan’dari Allah, bahwa kematian itu bisa sangat ‘dekat’ sekali….

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS. An Nisa: 78)

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Luqman: 34)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s