Abu-abu

Tiba-tiba saja tubuhku membesar, menggembung seperti balon abu-abu.

Hidung memanjang, padahal aku tak baru saja berbohong. Hey, yang benar saja! Aku gak kena kutukan pinokio, kan?

Telingaku melebar, kuraba dengan dua tangan,bentuknya seperti daun talas. What’s wrong?! Serius, aku panik, ketakutan.

Sakit di gusiku.. ternyata ada sepasang gigi tumbuh mencuat keluar dari sela-sela mulutku. Mengeram. Panik! Lari, lari, lari.. heran, kenapa jadi lambat begini dan lariku dengan empat kaki?? Hey,tanganku hilang! Bahkan dulu aku lincah, 100 m kutempuh hanya dalam 11 detik, sekarang kenapa begitu berat? Berdebum-debum setiap kumelangkah.

Haus… Di kejauhan ada bayang danau kecil di tengah padang pasir. Oase! Mendekatinya dengan sisa tenaga, aku berhenti berlari sesampainya di sana. Bening… Kulongokkan kepalaku mendekat ke muka air..
Heh!! Hausku hilang seketika. Kaget. Wajahku kemana? Tak nampak di sana. Yang ada hanya: telinga lebar, gading putih dan belalai! Tidak! Aku telah: menggajah!?
Aku abu-abu dan terduduk…
Iklan

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s