hidup tak lagi sederhana…

sore itu, miris… antara sedih dgn kenyataan, bahwa semakin banyak orang memilih jadi gelandangan di pinggir jalan mencari belas kasihan… dan tangan yg semakin sulit terulur

sore itu, miris… badan yg masih tegap, wajah yg masih belum mencapai kepala lima, perkataan lelaki itu menyayat hatiku, yg tidak berdarah, tapi…perih…

” katanya kita disuruh sedekah! katanya kita disuruh berinfak! mana!? mana!!?? ” ia marah! ia membentak!

aahh, “tapi bukankah, Rasululullah juga menyuruh kita bekerja…” keluhku setelah berlalu jauh dari sosoknya yg masih saja duduk di trotoar itu, di samping kantong plastik putih berisi entah apa… miris…

aku dengan keterbatasanku, aku dengan tangan memegang kantung plastik berisi 2 kotak kue (brownies amanda), yg bukan milikku… “mungkin orang itu melihat kita membeli banyak makanan, tapi kok tidak memberi dia, sekedarnya…,” kata Syifa yg berjalan di sampingku sore itu, sebelah tangannya menenteng kantung plastik berisi 2 kotak kue (bollen kartika sari)… itu juga bukan miliknya…

sore itu, miris… antara sedih dgn kenyataan bahwa dunia tak lagi sesederhana dulu, sekedar untuk memberi…

hand_money

Ya Allah, apa yg baik? apa yg buruk? dunia tak lagi sederhana, sungguh… kami buta tanpa-Mu…

Iklan

4 Comments

  1. coba deh membuktikan janji Allah.. Kita biasa ngasih pengemis dikit ya (100, 500, 1000).. coba sekali sodaqoh langsung 50rb, atau 100rb.. dijamin deh.. kerasa baliknya investasi kita sama Allah..

    Mereka dihadirkan sebagai tawaran investasi dari Allah. Kalau mau investasi bisnis, di mereka aja. Harusnya kita bersyukur, jadi banyak orang yang masih membutuhkan uluran tangan kita.. bener ga?

    baca: an introduction, The Miracle of Giving, by Yusuf Mansur..

  2. adanya sekelompok manusia dg sifat2 tertentu spt itu, barangkali memang sengaja diciptakan spy kita bs memberi… ada yg suka memberi, ada yg harus diberi… membuka pikiran org spy giat berusaha, sulit sekali dilakukan, apalagi kalau penyebabnya adalah masalah pendidikan…

  3. memang terkadang kita bingung n bimbang ktk melht pengemis karena terkadang Qt dihadapkan mrk disaat kt sndr gak punya n butuh uang. Sprt beberapa hr yg lalu saya bertemu dg seorang ibu yang meminta belas kasihan pdku, dia meminta uang seikhlasnya u membyr daftar ulang anaknya. Padahal saat itupun saya sdg g pny uang n terpaksa hrs pki uang buat bayar listrik kos untuk brgkt kuliah. Tapi saya mencoba wlpn agk berat, untuk mbri ibu tadi. Sebnrny didlm hati ini saya msh ragu apa ibu tadi jujur atw ngak, akh tapi saya brpkr pstf sj. Saya ingat bahwa kita menolong orang itu tidak hanya disaat lapang tapi jg disaat smpt untk mlht sbrp bsr keikhlasan n iman kt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s