ozon bolong, ditambal aja?

sejauh ini, kita pasti sudah sering mendengar tentang fenomena penipisan lapisan ozon. memang kenapa kalau lapisan ozon bolong? apa bolongnya lapisan ozon berkontribusi terhadap naiknya temperatur bumi saat ini, atau yg lebih dikenal dgn pemanasan global?

sebenarnya, pemanasan global dan penipisan lapisan ozon tidak memiliki hubungan sebab akibat. keduanya merupakan efek dari meningkatnya pencemaran (udara) akibat aktivitas manusia (antropogenik). pemanasan global secara langsung disebabkan oleh efek gas rumah kaca (green house gas effect), penyumbang gas rumah kaca terbesar adalah CO2 yang dihasilkan dari pembakaran (contoh : asap kendaraan bermotor, asap pabrik). sedangkan gas perusak ozon (ozon depleting subtances, ODPs) terutama disebabkan oleh senyawa halokarbon (halon) yaitu CFC dan HCFC yang biasa digunakan pada refrigerator (mesin pendingin), AC, kulkas, sprayer, dll.

berhubung tanggal 16 september 2008 kemarin diperingati sbg hari ozon sedunia, tidak ada salahnya kalau kita menambah wawasan kita, sedikit saja, ttg ozon.

ozon terdiri dari 3 atom oksigen. dalam atmosfer, lapisan ozon ditemukan dalam troposfer (0-15 km dpl) dan stratosfer (15-50 km dpl). ozon yg berada dalam troposfer dapat bertindak sebagai pencemar, karena sifatnya yg toksik. sedangkan di stratosfer, lapisan ozon justru sangat bermanfaat sebagai pelindung bumi dari radiasi sinar UV. sinar UV sangat berbahaya bagi makhluk hidup, salah satunya adalah dapat menyebabkan kanker kulit.

menipisnya lapisan ozon berarti ancaman bagi makhluk hidup, termasuk bagi manusia. oleh karena itu, seperti kata pepatah, ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’, maka lebih baik kita mencegah bolongnya ozon dengan menghindari pemakaian bahan2 yg menghasilkan ODPs , seperti yg disebutkan di atas.

berdasarkan protokol montreal, negara-negara maju (seperti amerika, jepang, dll) harus menghentikan penggunaan bahan2 penghasil ODPs tahun 2020. sedangkan negara-negara berkembang seperti indonesia, diberi tenggat waktu lebih lama lagi hingga 2030. dengan kata lain, bahan2 penghasil ODPs tersebut harus disingkirkan dan digantikan dgn bahan2 lain yg jauh lebih ramah ozon. meskipun pemakaian bahan2 ODPs sudah kita hentikan, sifatnya yg relatif sangat stabil, menyebabkan ODPs bertahan sangat lama di atmosfer, sehingga penipisan lapisan ozon tetap akan terjadi utk selang waktu yg lama.
bayangkan, menghentikan penggunaan bahan2 penghasil ODPs saja, lapisan ozon akan tetap menipis. bagaimana kalau kita tetap menggunakannya?!

to be continued…

(setelah mengikuti seminar hari ozon 15 oktober 2008 @ albar, by HMTL)

Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s