Rumah sakit laki-laki, Rumah sakit perempuan

Suatu siang, di masjid Salman…

Funny : Oding sakit, masuk rumah sakit.

Azn : Ha? Rumah sakit mana? Memangnya sakit apa?

Funny : Nggak tahu

Si fa : Tunggu, di sms dulu… katanya di rumah sakit Muhammadiyah, yang di dekat Palasari

Yuk kita jenguk. Bareng Nisbi juga.

Sebelum pergi, kami memutuskan untuk membawa sekedar ‘buah tangan’. Bukankah, menjenguk sebaiknya membawa sesuatu untuk saudara kita yang sedang sakit.

Azn : Beli apa ya? Memang Oding sakit apa?

Si Fa : Tipes

Azn : Berarti jangan buah, kan nggak boleh yang asem-asem. Roti boleh nggak ya?

Si Fa : Apa Habbats saja? Atau madu? Perasaan kemarin ada puding-puding gitu.

Nisbi : Ini Habbats, mengobati masalah pencernaan. Gimana kalo beli ini aja.

Si Fa : Ini ada madu, mengobati segala macam penyakit.

Azn : Nggak ada ya yang tulisannya ‘mengobati penyakit tipes’

Nisbi : Jadi apa?

Si Fa : Habbats saja deh.

Setelah itu, kami berangkat menggunakan angkot, karena sedang menggalakan budaya ‘gunakan angkutan massal untuk mengurangi kemacetan dan polusi kendaraan bermotor’. Hehehe, nggak juga sih. Sebenarnya karena nggak punya mobil saja.

Kami pun sampai di pertigaan Palasari. Jalan sebentar, di sebelah kiri jalan, rumah sakit berwarna hijau. Tak tahu jam besuknya, dengan percaya diri saja kami masuk dan bertanya pada satpam.

Nisbi : Punten pak, kalau ruang aisyah, lantai 3 lewat mana ya?

Satpam : Mau jenguk? Jam besuk jam 4 neng

(jam menunjukkan setengah tiga kurang… saling melirik)

Si Fa : Boleh sebentar saja gak pak, jauh soalnya

Satpam : Tapi jangan lama-lama ya

Menyusuri koridor… lalu naik tangga… ruangan-ruangan yang bersih… lantai 2…

Nisbi : wah, ruangan untuk pasien laki-laki dan perempuan dibedakan ya. Tapi kok bukan aisyah.

Azn : satu lantai lagi kayaknya

lantai 3… ada papan petunjuk bertuliskan ’ruang aisyah’ (sebelah kiri)… ’ruang abu bakar’ (sebelah kanan)… kalo nggak salah ingat.

Subhanallah, baru pertama kali masuk rumah sakit yang dibedakan begini. Nyaman sekali. Hehehe, bukan ingin jadi orang sakit lho. Semoga makin banyak rumah sakit yang mengadopsi sistem seperti ini.

Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s