Dek, bisa request nggak?

Semakin banyak saja orang-orang yang mengamen di jalanan. Setiap hari, di setiap persimpangan jalan, wajah-wajah mereka seringkali melongok di pintu angkot yang kutumpangi. Kebanyakan menyanyi sekedarnya, dengan kecrekan dari tutup botol yang dipaku di sebatang kayu. Atau bahkan cuma berbekal tepuk tangan. Yang seperti ini biasanya anak-anak kecil. Yang remaja lebih serius lagi; bermodalkan gitar, gendang, harmonika, suling, biola, bahkan drum!

Entah, dunia jalanan sepertinya menawarkan banyak hal untuk mereka. Apakah itu kebebasan yang merupakan ekspresi diri. Atau sekedar ikut-ikutan karena kemudahan mendapat uang. Mungkin juga, benar-benar kemiskinan. Entah. Kadang, mahasiswa atau pelajar juga suka turun ke jalan, mengamen, untuk danus suatu kepanitiaan. Macam-macam. Semuanya campur baur, hingga kadang sulit untuk membedakan yang mana yang lebih berhak untuk diberikan. Setiap simpang jalan, ada wajah-wajah dengan suara-suara unik yang khas. Kecrekan, dentuman, gesekan, tepukan dan lain-lain, diakhiri dengan sodoran gelas mineral kosong atau topi atau sekedar tangan.

Ah, jalanan.. jalanan… Apa yang telah kau ajarkan, pada anak bangsa ini. Anak kecil bisa mengamen dengan lagu cinta picisan yang kini banyak di tv-tv dan radio-radio. Mulai dari lagu dangdut sampai lagu pop, mereka hafal! Padahal mungkin tak tahu artinya apa.

Dan kuingat siang itu, dua bocah bergelayut di pintu angkot, langsung menyanyi tanpa diminta. Lagu cinta picisan yang tak biasa kudengar. Teman-teman mendesakku untuk iseng, tak apalah sekali ini…

”Dek, boleh request gak?”

Nyanyiannya berhenti, ”apa?”

”klo lagunya diganti sama bacaan al quran gimana?”

“hehehe….,” mereka hanya senyum malu-malu sambil meloncat dari angkot yang berjalan pelan.

Lha… pergi begitu saja….

Lucu…

Aku berpikir kira-kira apa yang mereka pikirkan tentang pernyataanku barusan…

Mungkin seperti ini, ‘ih, si teteh mah seperti guru-guru ngaji di kampung aja…’

Ah, anak sekecil itu. Lebih baik kalian lantunkan al quran atau salawat-salawat di surau-surau kampung kalian. Ramaikan masjid dengan kopiah-kopiah dan mukena putih kalian. Atau penuhi saja lapangan bola dengan berlarian dan mengejar layang-layang. Di sanalah kalian seharusnya berkejaran.

Iklan

3 Comments

  1. wah…subhanalloh jeng…. quote bgt utk yang : “Lebih baik kalian lantunkan al quran atau salawat-salawat di surau-surau kampung kalian. Ramaikan masjid dengan kopiah-kopiah dan mukena putih kalian. Atau penuhi saja lapangan bola dengan berlarian dan mengejar layang-layang. Di sanalah kalian seharusnya berkejaran.”

    indahnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s