Menyelam (?)

Ada pelajaran menarik yg saya dapat waktu Kajian Islam Terpusat yg diadakan Gamais, 12 April 2008 di GSG ITB. Salah seorang pembicara waktu itu adalah Sallim A Fillah, penulis buku Gue Never Die. Hmm, mungkin lebih ingat dengan buku berjudul ‘Agar Bidadari Cemburu Padamu’… ya, beliau itu penulisnya.

Beliau bercerita tentang kisah seorang penyelam…

Alkisah suatu hari, seorang pemuda ingin melakukan diving. Ia mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Mulai dari menentukan tempat dan mencari peralatan selam terbaik (baju selam, tabung oksigen, dsb). Setelah segalanya siap, ia memilih perahu yang terbaik, yang bisa membawanya ke tengah lautan.

Ketika sampai di tempat yg dituju, ia segera mengambil posisi terjun (duduk di pinggir kapal dan membalikkan badan). Ia memastikan betul kesiapan alat selamnya dan begitu siap ’BYUUR’ ia terjun.

Pemandangan pertama yg ditemukannya membuat ia terkagum-kagum, ”subhanallah”. Ada banyak ikan-ikan beraneka warna, berenang-renang di sekitarnya. Ia juga melihat berbagai bentuk karang dan tanaman laut yang indah. Di kedalaman 10 m, kira-kira ia menyelam, masih terlihat sinar matahari mampu menerobos, menambah indah pemandangan di sana.

Tiba-tiba, ia melihat seseorang yg juga sedang menyelam. Tapi anehnya, ia menyelam tanpa perlengkapan selam apapun. Hanya pakai kaos oblong dan celana pendek. ”Wah, hebat banget orang itu. Aku saja butuh perlengkapan selam sebanyak ini. Salut!” dan ia mengacukan jempol kanannya tanda kagum. Sementara penyelam bercelana pendek itu membalas dgn lambaian tangan.

Pemuda itu kemudian menyelam lagi, menuju kedalaman 20 m di bawah permukaan laut. Sekali lagi ia langsung disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Tak henti-henti hatinya bertasbih, memuji keagungan Tuhan, Pencipta alam semesta dan segala isinya. Meskipun sinar matahari mulai sedikit yg mampu menembus sampai kedalaman ini, tapi masih banyak tanaman dan ikan-ikan beraneka warna, bentuk, dan ukuran. ”Subhanallah…”

Lagi-lagi matanya menangkap bayangan penyelam bercelana pendek tadi. Kaget ia.. heran.. kagum.. campur jadi satu. Ternyata masih bisa ia menyelam sampai kedalaman ini, tanpa alat selam apapun! Kini diberikannya dua jempol untuk penyelam bercelana pendek itu,”Anda Hebat!”, dan lagi-lagi dibalas dengan lambaian tangan.

Masih ingin menjelajah, pemuda itu melanjutkan lagi menyelam ke kedalaman 30 m. Karena gelap, ia menyalakan lampu senter yg dibawanya. ”Subhanallah…”, ternyata di tempat yang tidak lagi sampai sinar matahari dan oksigen yang sangat sedikit masih saja ada kehidupan. Ikan-ikan unik banyak terlihat, meski jumlahnya tak sebanyak sebelumnya.

Dan lagi-lagi, penyelam bercelana pendek itu, kini tepat di depannya! Kaget sekali, ”Hei, anda hebat sekali, menyelam sampai ke kedalaman ini tanpa alat selam apapun?!” yang langsung dibalas penyelam bercelana pendek itu dengan, ”Aku ini tenggelam, goblok!”

Hehehe…. Apakah teman-teman sedang tersenyum sekarang? Mungkin juga muncul pertanyaan, ’memang bisa ya bicara dalam air seperti itu?’… Ya, saya juga dulu begitu… tertawa dulu (ngakak sampai puas) lalu senyum dan berpikir, ’ada-ada saja, emang bisa ya?’

Bang Sallim lantas mengajukan sebuah pernyataan, ”Ya, begitulah bedanya antara seorang yg menyelam dengan kesadarannya sendiri dan yang tenggelam”.

Seorang penyelam masuk ke dalam air dengan kesadaran, karena itu ia mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Ia tahu apa yang akan dicari. Ia juga apat menikmati indahnya pemandangan yang ada sepanjang perjalanannya.

Berbeda dengan seorang yang (hanya) tenggelam. Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba ia berada di sana. Ia tidak punya tujuan. Bahkan tidak punya persiapan. Hanya lewat saja… tak bisa menikmati pemandangan di sekitarnya dengan tenang-tenang saja (hihihi, jelas gak bisa tenang, namanya juga ‘tenggelam’).

Menyelam atau tenggelam adalah analogi kehidupan. Apakah kita hidup dengan kesadaran? Atau sekedar lewat saja, tanpa tahu kenapa – apa – bagaimana?

Setelah mendengar penuturan bang Sallim itu, muncul pertanyaan dalam kepala saya, ”jadi selama ini, saya teh sedang menyelam atau cuma tenggelam ya?”

^^ kalau anda?

yang masih belajar berenang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s