Merantaulah…


Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah ‘kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia ‘kan keruh menggenang


Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang


Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan



Oleh : Al-Imam Asy-Syafi’i

Iklan

4 Comments

  1. Jadi ingat Imam Bukhari yang “merantau” beribu-ribu kilometer lewat jalan darat untuk mengumpulkan hadits-hadits shahih. Kalau ingat daerah asalnya beliau saja sudah cukup membuat begidik. (Bukhara ada di daerah UniSoviet sebelum jadi daerah Uzbekistan)

  2. Eh, maaf kok jadi itu ya, gak nyambung…

    Ngomong2x tentang merantau, menurut saya “merantaulah” atau tidaknya seseorang di masa sekarang sih disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya di daerah asalnya juga.

  3. klo yg sy tangkap dari puisi ini adalah CARILAH PENGALAMAN, CARILAH WAWASAN,, karena dgn itu kita akan tumbuh dan berkembang ^^

    bukan hanya merantau dlm arti pergi ke luar daerah dan menetap d sana utk selama-lamanya,,

    MERANTAULAH,,
    CARI PENGALAMAN,, BELAJAR KEHIDUPAN,,
    LANTAS KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN,,
    BANGUN DAN
    KEMBANGKAN

  4. kita tak pernah tahu akan dimana dilahirkan dan dikuburkan…jadi perbanyaklah merantau dan jalan-jalan.jadi inget surat jumu’ah yang memerintahkan bertebaran di muka bumi setelah mendirikan shalat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s